Apakah Bisnis Coaching atau Konsultan itu Bisnis Penjual Ludah? Pelajari Realitanya!

Pertama-tama, kita harus sama-sama jelas terlebih dahulu, sebetulnya apa sih yang disebut dengan coach atau konsultan itu? Sebab seringnya kita mendegar bahwa ada konsultan untuk social media, konsultan IT, human resources, PR, strategi bisnis, dan lain-lain. Bahkan sekarang pun banyak bermunculan konsultan untuk digital marketing.

Jadi, seorang konsultan adalah mereka yang dapat membantu sebuah klien atau perusahaan untuk mencapai goalnya. Misalnya bagaimana sebuah perusahaan menjadi lebih efisien dan memiliki profit lebih tinggi. Konsultan dapat memberikan ide segar karena dimulai dari sisi pandang orang di luar bisnis yang mengerti trend industri yang berkaitan.

Menjadi konsultan atau coach memang demandnya semakin tinggi, karena sebuah bisnis bisa mendapatkan jasa expertise yang tinggi tanpa harus meng-hire expert itu secara full time dan hanya menggunakan jasa mereka saat dibutuhkan.

Biasanya, klien menuntut seorang konsultan harus memiliki ide yang bagus untuk dieksekusi dan punya rekam jejak pekerjaan yang mendukungnya di masa lalu. Karena itulah portfolio menjadi penting untuk seorang konsultan bisnis untuk membuktikan seberapa ahlinya Anda dan apakah Anda bisa membawa kesuksesan untuk bisnis klien Anda. 

Seorang konsultan tidak dinilai dari mana kampusnya, sertifikatnya, atau sudah berapa lama ia menjadi seorang konsultan. Walaupun hal-hal tersebut ya tentu saja juga penting, tapi yang lebih penting adalah sudah berapa banyak projek bisnis yang telah dikerjakan dan bisa dibuktikan kebenarannya. Hal tersebut yang menandakan expert atau tidaknya Anda sebagai seorang konsultan bisnis. 

Bagimana? Jadi apakah Teman Pebisnis ingin mencoba jadi konsultan? 

Jika ya, saran saya cobalah terlebih dahulu dapatkan klien pertama Teman Pebisnis! Jika Teman Pebisnis bisa meyakinkan seseorang untuk membayar jasa Teman Pebisnis sebagai seorang konsultan bisnis, itu tandanya Teman Pebsinis sudah memiliki ide bisnis yang baik dan bisa divalidasi. Jadi bukan cuma berteori, tapi bisa dibuktikan di lapangan. 

Kabar baiknya adalah, biasanya, kalau sudah berhasil mendapatkan klien pertama, akan lebih mudah mendapatkan klien kedua, ketiga, dan seterusnya.

Kenapa Harus Mulai Menjadi Konsultan Bisnis?

Memulai sebuah bisnis konsultan ini ternyata memiliki keuntungan yang berbeda lho! Tidak seperti product-based business atau service-business yang membutuhkan banyak modal dan tantangannya juga besar. 

Ada beberapa benefit dari menjadi seorang konsultan/coach:

Struktur yang Sederhana

Sebagai pebisnis pemula, jika anda memiliki keahlian dan pengetahuan dalam sebuah bidang, anda dapat segera bisa menjadi seorang konsultan bisnis, sebab andalah bisnisnya. Berbeda dengan product-based business yang membutuhkan design produk, prototype, manufaktur, atau pengiriman. 

Low Cost

Ditambah lagi, menjadi seorang konsultan tidak memerlukan biaya yang besar. Mungkin Teman Pebisnis butuh lisensi, accounting, atau beberapa project software tapi jika sudah ada komputer dan internet, Teman Pebisnis siap memulai jadi konsultan. Kecuali, jika Teman Pebisnis ingin mendirikan firma konsultan, barulah boleh memikirkan biaya untuk meng-hire konsultan lainnya. Tapi sebagai pebisnis pemula, menjadi seorang konsultan tidak memerlukan banyak biaya.

Mas Yosef, tapi kalau hanya memberikan nasihat bagaimana cara bisnis konsultan bisa berkembang?

Memang sebagai konsultan atau coach, karena anda adalah bisnisnya, maka otomatis bisnisnya akan membesar seiring dengan kemampuan dan portfolio anda.

Menambah Pengalaman Berbisnis

Dari sisi menjadi konsultan bisnis, dengan memecahkan masalah yang dihadapi klien, membuat pengalaman Teman Pebisnis dalam berbisnis makin kaya.

Menambah Koneksi

Sebagai seorang konsultan, anda juga bisa saja bekerja sama dengan leaders dalam industri tertentu. 

Apakah Sudah Tepat Saya Menjadi Seorang Konsultan Bisnis?

Tapi ada informasi yang penting nih Teman Pebisnis, tidak berarti karena semua orang bisa menjadi konsultan, bahwa berarti setiap orang bisa menjadi konsultan. Sebab berikut ini ada beberapa ciri atau karakter kunci untuk menjadi konsultan yang berhasil:

Self-Motivated

Atau dapat memotivasi diri sendiri, karena konsultan dan coach bekerja tanpa bos atau partner, Teman Pebisnis harus bisa mengerjakan semuanya seorang diri. Mulai dari mengirim invoice sampai mencari prospek klien.

Menguasai Secara Mendalam Suatu Bidang Khusus

Untuk menjadi konsultan, Teman Pebisnis harus menguasai sebuah bidang khusus. Misalnya Teman Pebisnis ingin menjadi seorang social media konsultan, Teman Pebisnis harus punya pengalaman pada bidang tersebut.

Seperti saya yang adalah digital business coach, telah memiliki pengalaman menangani banyak akun instagram bisnis mulai dari olshop, akun media, jasa seperti dokter hingga jasa logistik.

Punya People Skilss

Menjadi konsultan berarti kita menawarkan sebuah jasa. Itu berarti kita bekerja one on one dengan klien. Karena itu, penting bagi kita untuk menguasai People Skills. Mulai dari marketing diri sendiri, bernegosiasi dengan klien, dan mempresentasikan ide. 

Jelas Mas, tapi saya kan baru saja memulai, saya harus pilih bidang yang mana ya? Karena banyak sekali yang disebut konsultan itu.

Bagaimana Saya Memilih Bidang Keahlian Saya?

Betul kata orang bahwa kita harus mencari bidang keahlian kita secepat mungkin. Tapi saya pribadi tidak terlalu peduli pada hal itu. Ketika anda baru saja memulai, jangan terlalu peduli bidang keahlian apa yang akan Teman Pebisnis pilih.

Ini karena saya percaya dan juga mengalaminya bahwa pada awalnya, kita masih melakukan “cek ombak”. Kita mengira, kita tahu pada bidang apa kita akan bekerja. Tapi nyatanya, setelah kita praktikan kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang terjadi sampai kita memulainya. Jika terlalu cepat menentukan, biasanya akan membuat kita stuck sebagai konsultan atau coach.

Sebagai contoh, Teman Pebisnis memutuskan ingin menjadi Facebook Ads consultant untuk wedding planner. Memang Teman Pebisnis punya pengalaman di Facebook Ads, tapi tidak punya pengalaman pernah bekerja dengan wedding planner. Klien akan menuntut portfolio, apakah Teman Pebisnis pernah bekerja sebelumnya bersama wedding planner. Jangan sampai kita terjebak tanpa skill dan pengalaman yang relevan.

Jadi pada awalnya, jangan terlalu terpaku pada bidang apa. Tidak masalah untuk memulai pada bidang yang sedikit luas, sambil terus belajar dan mengenal bidang keahlian apa yang nantinya akan dipilih oleh Teman Pebisnis. 

Service Konsultan Apa yang Harus Saya Jual?

Setelah selesai dengan pilihan bidang keahlian, barulah bergerak ke tahap selanjutnya: menentukan jenis servis apa yang akan kita jual. 

Saya menyarankan cara memilihnya seperti ini. Jual Servis Pada Bidang yang Pernah Teman Pebisnis kerjakan di masa lalu.

Jika ingin menjual jasa servis sebagai konsultan digital marketing, pastikan pada masa lalu Teman Pebisnis pernah melakukan pekerjaan seperti meng-handle social media, copywriting, membuat marketing campaign, dan segala macam hal yang dibutuhkan untuk digital marketing. Menjadi relevan adalah jalan terbaik untuk membantu transisi dari karyawan menjadi seorang konsultan.

Tapi lagi-lagi yang perlu ditekankan adalah seorang coach atau konsultan, dirinya adalah bisnisnya jadi harus banyak belajar hal baru. Sebab kesalahan terbesar seorang konsultan adalah tidak pernah belajar hal baru. Maka dari itu, tidak apa untuk berinvestasi dalam belajar keterampilan baru.

Untuk menjadi seorang coach yang hebat tidak ada hubungannya dengan tipe personality, gender, dan kewarganegaraan seseorang. Yang terpenting adalah attitude

Kuncinya adalah menjadi pendengar yang baik dan terus belajar. Seorang coach yang baik adalah ia yang mau peduli dan membantu orang lain. Seorang coach yang baik adalah ia yang selalu ingin belajar lebih dalam dan menjadi lebih baik lagi setiap harinya. 

Tapi jika Teman Pebisnis adalah seorang introvert atau orang dengan tingkat sensitivitas yang tinggi, berikut ada lima alasan kenapa seorang introvert bisa menjadi coach yang baik:

1. Introvert adalah pendengar yang baik

Ada yang bilang, bahwa seorang introvert yang hanya mendengarkan dan berbicara seperlunya saja adalah suatu sikap yang keliru. Bagi saya adalah kebalikannya. Menjadi seorang coach, mau mendengar adalah sebuah hal yang amat penting. Kita perlu lebih sering untuk mau mendengar dan sedikit berbicara. Dengan lebih banyak mendengar, kita akan mengerti keinginan terdalam dari klien kita.

2. Introvert adalah seorang yang tenang

Kebanyakan introvert adalah orang yang mampu mengatur energinya. Ketenangan seorang introvert akan membantu klien mereka untuk berbicara berbagai hal, menjawab pertanyaan mereka, dan mengungkapkan hal yang terdalam dari pikiran mereka. Introvert cenderung memberikan kesempatan kepada para klien mereka untuk berbicara sehingga para klien bisa menarik kesimpulan yang dibutuhkan.

3. Introvert lebih suka pembicaraan one on one

Ada kepercayaan bahwa introvert tidak menyukai orang banyak. Itu adalah sebuah kesalahpahaman! Faktanya, kenapa introvert lebih menyukai situasi tatap muka one on one, untuk menghemat energi mereka dan agar bisa lebih berkosentrasi. Karakter introvert menginginkan suatu perbincangan yang lebih dalam dan bermakna.

4. Introvert mempunyai inner life yang kaya, cocok untuk membantu visi besar para kliennya

Sebagai seorang coach, adalah penting untuk memahami visi dari klien kita dan tujuan yang ingin mereka peroleh. Hal ini sejalan dengan karakter introvert yang memiliki inner life yang kaya, yang memiliki empati akan mimpi dan kesuksesan para kliennya. Inilah kelebihan introvert dibanding karakter lainnya. Mereka mampu menjadi pembimbing orang lain untuk masuk ke dalam diri mereka dan membuka berbagai kemungkinan akan tercapainya mimpi dan tujuan mereka. Membuat orang percaya bahwa mereka bisa meraih impian dan tujuannya adalah suatu skill yang dibutuhkan oleh para coach

5. Introvert memiliki kedalaman

Introvert dapat menangkap segala hal dengan sangat dalam. Hal itulah yang membuat mereka menjadi berenergi. Sebagai seorang coach, tugas kita adalah membuat para klien mampu menciptakan peluang yang nyata di dalam hidup mereka. Hal tersebut menuntut suatu kedalaman. Kedalaman dibutuhkan untuk mencari tahu apa saja batas dan kekurangan yang bisa menghambat klien kita untuk terus bergerak maju untuk meraih tujuannya. Sebagai coach, kita akan mendampingi klien kita dalam usahanya meraih tujuannya.