Membuat Bisnis Diingat Pelanggan dengan Strategi Polaritas

Pada artikel kali ini kita akan memberikan sebuah strategi bernama polaritas. Kenapa? Sebab baik teman intropreneur baru mau mulai berbisnis, ingin omset bisnisnya naik ataupun ingin bisnisnya diinggat dalam jangka panjang, teman-teman perlu lebih dari sekedar ilmu jualan aja tetapi perlu dibalut dengan indah bersamaan dengan teori polaritas ini

Mungkin teman pebisnis mulai bertanya, apa maksudnya strategi polaritas itu? Lebih baik kita langsung aja deh merujuk pada standard yaitu Menurut KBBI, polaritas memiliki arti: (1). Hal atau benda yang memperhatikan dua sifat yang berlawanan, (2). Hal pertentangan secara langsung. Jadi paling tidak dari arti yang diberikan tadi kita bisa simpulkan simpelnya polaritas itu adalah dua hal yang bersifat saling berlawan-lawanan. 

Contohnya, ingat kutub positif dan negatif di baterai? Atau kalau bahasa inggris kutub utara dan selatan itu kan disebut north pole dan south pole karena jauh sekali letaknya, maka itu disebut polaritas.

Mulai pikirkan, kira-kira polaritas seperti apa yang bisa kita terapkan buat strategi bisnis? Polaritas disini adalah dengan menentukan tempat dimana kita berdiri atau posisi kita terhadap sesuatu hal. Jadi begini seperti layaknya ada kutub utara dan kutub selatan, tentukan pendirian anda di ujung utara atau di ujung selatan karena ditengah tak pernah menarik untuk dibela.  

Artinya milikilah sesuatu yang kita perjuangan, value, nilai atau cause. Kita sebagai pebisnis harus menentukan tempat di mana kita berdiri untuk berjuang, melawan musuh yang ada di posisi yang berbeda daripada kita yang diseberang sana. 

Oleh karena itu teman intropreneur perlu tahu cara untuk bagaimana menentukan atau menemukan sesuatu yang kita perjuangkan dan menemukan atau menciptakan musuh kita dengan strategis. Serta bagaimana cara menang yaitu dengan mendapatkan pelanggan. Terdengar menantang ya? Yuk langsung kita cari tahu!

Setuju gak kalau yang namanya marketing itu dimulai dari awareness yaitu membuat calon pembeli anda tahu dulu bahwa anda itu ada atau you’re in the game. Nah, tidak begitu saja langsung jualan ya, tapi dengan soft selling akan membangun kedekatan dengan calon pembeli atau istilahnya KLT, know like trust. Untuk point L&T atau like and trust, membiarkan publik tahu tentang apa yang anda perjuangkan dan apa yang anda lawan adalah strategi yang baik untuk nantinya melakukan penjualan. Ibaratnya, kita memiliki misi di perjuangan kita sebagai seorang pebisnis sehingga calon pembeli tak hanya tertarik pada produknya saja tapi juga pada nilai bisnis anda sehingga mereka dapat like dan yg terpenting percaya karena anda dan mereka memiliki pandangan yang sama dalam hidup.

Jika Teman Intropreneur kelak menerapkan strategi polaritas (tujuan vs lawan) dalam bisnis, akan terlihat bagaimana cara ini dapat meningkatkan penjualan produk atau jasa Anda pada akhirnya dan dalam waktu yang lama lho. Kenapa? Karena kalau hanya produk saja, saat ini produk apa sih yang tidak bisa ditiru? 

Bagaimana jika saya membagikan cara berbisnis sebagai introvert tanpa perlu bertatap muka kepada Anda? Apakah Anda akan tertarik? Dengan begitu saja, banyak orang extrovert akan menjadi tersinggung. Mungkin mereka juga berpikir “ga mungkin, ahh ketemu orang saja kok repot”, dll. Tapi untuk mereka yang betul-betul memiliki karakter introvert, akan sangat senang sekali pastinya untuk memiliki produk tersebut.

Kelihatannya simple tapi memihak salah satu sisi secara ekstreem misal saya memihak introvert, akan mempunyai kekuatan untuk merevolusi bisnis Teman Intropreneur.

Sebabnya kalimat “Saya adalah intropreneur dan saya bisa memberikan pada semua Introvert rahasia jualan tanpa bicara”… Coba bayangkan betapa sangat berpengaruh dan langsung membuat kubu yang berbeda sebuah statement dari saya itu.  Jujur saja, kalimat itu tidak cocok untuk orang-orang tertentu. Dan mungkin saja kalau Teman Intropreneur melemparkan kalimat macam itu, haters akan bermunculan dan itulah justru tujuannya, indikatornya dan tolak ukurnya jika strategi polarity ini telah berhasil anda jalankan didalam bisnis anda.

Tapi di sisi lain, kalimat seperti itu yang menyimpan unsur polarity sangat berguna untuk membantu Teman Intropreneur dalam:

• Membangun karakter yang menarik

• Menentukan market

• Meningkatkan engagement 

• Meningkatkan followers

Ada beberapa prinsip dasar yang saya gunakan dan cukup berhasil untuk mengantarkan pesan saya agar jelas kepada audiences atau target pembeli teman-teman. 

Di sini, saya akan berikan rahasianya kepada Teman Introprenenur bagaimana cara sukses yang saya terapkan untuk Sekolah Pebisnis dan Intropreneur: Itu karena saya menggunakan strategi polarity atau berjuang untuk… VS melawan…

Sekarang ayo kita mulai bersama, supaya setelah podcast ini selesai, teman pebisnis yang sedang mendengarkan podcast atau membaca artikel ini langsung bisa memetik sebuah pelajaran berharga mengenai strategi polaritas ini. Yuk kita mulai dari satu hal yang harus Teman Intropreneur lakukan yaitu menyelesaikan satu kalimat sederhana berikut. 

Kalimatnya adalah: Nama saya… dan saya berjuang untuk… dan saya melawan…

Jadi jika diperhatikan, ada dua poin yang harus Teman Intropreneur jawab:

1. Teman pebisnis berjuang untuk?

2. Musuh Teman pebisnis adalah?

Jika Teman Intropreneur mampu menjawab dua pertanyaan itu, 90% strategi polaritas sudah selesai dilakukan dan akan terdapat arah yang jelas untuk segala alasan dari setiap pekerjaan yang Teman Intropreneur lakukan di dalam bisnis. 

Setiap produk atau bahkan konten di sosial media yang mereka ciptakan memiliki tujuan. They stand out for something. Sebagai contoh, mari kita lihat brand NAH Project. Mereka mengambil satu kutub atau polar dimana tujuan dari NAH Project adalah untuk menjadi brand paling transparan dalam industri sepatu sneakers

NAH Project bahkan menunjukkan kutub ekstrimnya dengan membocorkan rincian biaya produksi sepatu mereka: dari mulai harga bahan, biaya buruh, biaya packaging, dan berapa besar keuntungan yang mereka ambil. Tujuannya adalah agar masyarakat mengetahui biaya produksi sebuah sepatu sneakers yang selama ini tidak dibuka oleh para brand sepatu besar lainnya. Tujuan dan misi dari NAH Project membuat produk mereka selalu habis ludes, bahkan sebelum launching.

Jadi intinya, bukan pada apa yang kita jual, apa yang kita lakukan, dan apa konten apa yang kita buat. Kita butuh “WHY” (Kenapa) dan kenapanya haruslah mengandung konsep polarity! Memihak satu kutub dengan membuat lawan di kutub lain seperti yang NAH project lakukan.

Kami berdiri di samping mereka yang bukan keturunan pebisnis dan tidak memiliki pengalaman berbisnis untuk memberikan dorongan dan panduan saat anda melakukan lompatan menjadi seorang pebisnis yang tidaklah mudah dan penuh resiko terutama bagi mereka yang belum pernah berbisnis atau seorang karyawan yang ingin berbisnis.

Kami berdiri di samping mereka yang merasa ragu akibat ketidakpastian karena tak ada yang bisa memandu mereka memasuki dunia bisnis seperti yang dulu juga saya alami dan itulah sebabnya kami menawarkan sebuah blueprint start your business dan komunitas untuk mengakselerasi pembelajaran anda dan berbagi insight bisnis bersama pebisnis lainnya.

Ketika Teman Intropreneur mengatakan, “Nama saya…saya berjuang untuk…untuk melawan…” Secara jangka panjang, orang akan lebih peduli dengan tujuan Teman Intropreneur dibandingkan dengan apa yang Teman Intropreneur jual atau tawarkan.

Sekarang juga.. Rencanakan agar anda dapat membuat publik mengetahui apa yang Anda perjuangkan dan siapa yang Anda coba lawan. Audiences menginginkan sebuah opini atau alasan yang dalam untuk bisa membeli sebuah produk dan merasa terlibat didalam perjuangan anda.

Sebagai pebisnis, kita semua mempunyai produk. Tapi sampai kita bisa menemukan nilai yang kita perjuangkan, produk kita tidak akan dilirik oleh audiences atau jika dilirik kita harus memainkan strategi perang harga dan diskon besar-besaran.

Jadi begini teman pebisnis, untuk bisa menggerakan orang, kita perlu:

1. Karakter yang menarik (Teman Intropreneur bisa berlatih untuk mendapatkannya)

2. Tujuan nilai atau kubu yang anda pilih

3. Peluang Baru

Iya, peluang atau kesempatan baru ada diurutan terakhir sebab walaupun itu adalah sesuatu yang menarik banyak orang dan pada akhirnya mencetak uang untuk anda tapi itu bukanlah yang terpenting. 

Sayangnya, sangatlah sulit untuk bisa memiliki karakter yang atraktif, kita harus bergulat dengan ribuan ide yang berseliweran di kepala kita. Tapi, ada cara mudah untuk menemukan tujuan yang mampu menggerakan kita, yaitu dengan menjawab kalimat: Nama saya adalah…Saya berjuang untuk…untuk melawan…

Menjawab kalimat di atas juga menjadi salah satu cara mudah buat menciptakan pasar untuk bisnis Teman Intropreneur.

Saya berjuang untuk? Saya berjuang untuk para pebisnis yang punya personality introvert misalnya yang adalah nilai dari personal branding saya sebagai digital business coach. Dengan demikian, saya telah menciptakan target market saya. Atau untuk Sekolah Pebisnis, saya akan menolong orang untuk mampu melompat ke dunia bisnis dengan mulus.

• Saya berjuang untuk membantu orang-orang yang tidak punya latar belakang keluarga kaya untuk menjadi seorang pebisnis

• Lawan saya adalah dunia startup dengan funding milyaran yang sulit dimiliki mereka yang tak berpendidikan ataupun mereka yang sedang bekerja saat ini 

• Saya berdiri di samping mereka membangun komunitas untuk saling menguatkan, mengakselerasi pembelajaran anda dan berbagi insight bisnis sebab jika kita kecil kita harus berjuang bersama dan beriringan

Jika kita melihat dari perspektif personal branding saya maka:

• Saya berjuang untuk dunia yang telah didominasi oleh para extrovert

• Lawan saya adalah mereka yang merasa jualan hanya dapat dilakukan jika anda pintar bicara

• Saya berdiri di samping mereka yang ingin berjualan tanpa banyak berkata yaitu lewat tulisan dan lewat internet

Dan ketika saya membagikan nilai yang saya anut tersebut dan bisa menyelesaikan dua kategori pertanyaan tadi, munculah haters!

Banyak yang tidak mengerti tujuan Sekolah Pebisnis dan Intropreneur. Banyak juga kalangan yang sinis dan memusuhi uang atau mereka yang introvert. 

Pada awal ketika saya akan meluncurkan Sekolah Pebisnis dan Intropreneur, saya merasa cukup nervous. Bukan karena saya pikir ini tidak akan berhasil. Tapi karena saya belum menemukan keyakinan akan tujuan dan nilai diri saya untuk menggerakan para followers nantinya. Tapi itu semua adalah proses yang alami. Jadi, jangan terlalu khawatir. Semakin jauh perjalanan Teman Intropreneur sebagai pebisnis, maka Teman Intropreneur harus menjawab pertanyaan “Nama saya adalah… saya berjuang untuk… lawan saya adalah…”

Jika Teman Intropreneur bisa menjawabnya, Teman Intropreneur telah memiliki pesan yang kuat untuk setiap produk/jasa yang ditawarkan. Makin jelas dan clear message dari Teman Intropreneur, makin tajamlah polaritas yang tercipta. Mungkin awalnya akan terasa canggung dan tidak benar, tapi itulah bagian dari permainan. Ini adalah sesuatu yang alami. 

Nah untuk teman pebisnis yang berjualan di instagram dan selalu saja bertanya bagaimana menumbuhkan followers? Jawabannya adalah dengan mengetahui apa yang kita perjuangkan dan siapa lawan kita.

Memiliki followers berarti juga ada orang-orang yang tidak mem-follow kita. Apa artinya? Artinya ada juga orang-orang yang mungkin menjadi haters Teman Intropreneur. Jika ingin mempuyai followers, Anda butuh opini atau ide yang harus dishare kepada audiences. Apa artinya? Artinya akan ada juga orang yang menentang ide atau opini orang lain yang bertentangan dengan nilai yang anda bela.

Inilah sebabnya, haters akan selalu muncul walaupun kita sudah berlaku baik kepada semua orang. Jadi, jika Teman Intropreneur ingin memiliki followers di social media dan mau kontennya selalu mendapat perhatian, tegaskan dengan lantang nilai yang anda bela dan kubu yang anda pilih. Biarkan segala opini yang Teman Intropreneur dapatkan, baik atau buruk. Segala hal negatif yang Teman pebisnis terima pada akhirnya akan menguatkan dan membuat mereka yang peduli berdatangan. 

Jadi, apapun yang Teman Intropreneur lakukan, cukup temukan:

• Cari tau apa yang Teman Intropreneur perjuangkan

• Siapa atau apa yang Teman Intropreneur lawan

Sekali lagi, ini adalah suatu proses yang alami. Terlebih dalam proses membangun karakter yang menarik di mata audiences. Ketika tujuan makin kuat, karakter yang menarik pun harus lebih kuat. Peluang baru pun juga akan ikut menguat. Ini semua adalah lingkaran yang membawa Teman pebisnis dalam berproses.

Jadi, berdirilah teguh dan nyatakan siapa diri teman-teman dan siapa lawan anda. Jangan ragu untuk mengeluarkan ide dan opini tentang itu semua karena hal tersebut akan menjadi poin menarik di mata fans, follower dan customers dan menggerakan mereka untuk membeli produk atau jasa yang anda tawarkan.

Tapi semua kembali lagi ke langkah awal. Teman Intropreneur harus mengisi:

1. Saya berjuang untuk?

2. Lawan saya adalah?

Lalu kita mulai bergerak ke step kedua, menciptakan pasar dan posisi kita. Itulah sebabnya kita perlu menciptakan “WHY”. Menciptakan atau menentukan target market untuk bisnis kita akan jadi lebih mudah jika kita telah mampu menjawab dua pertanyaan di atas. Di samping itu, akan lebih mudah juga mengidentifikasi masalah yang ada dan menemukan solusi atas permasalahan tersebut.

Selanjutnya, kita bisa membuat formula untuk masalah tersebut. Ini adalah formula yang tidak diajarkan di kampus atau topik entrepreneur mainstream. Setelah berpikir sekian lama, kita tahu bahwa formula tersebut adalah:

• Apa yang kita perjuangkan?

• Apa yang kita lawan?

Sebelum bergabung dengan Anda, orang perlu tahu siapa Anda sebetulnya. Dan kemudian, orang-orang tersebut akan mulai percaya kepada Anda. Jadi, suarakanlah apa yang menjadi ide dan opini Teman Intropreneur.