Mencapai Massive Result Bedanya Sibuk dan Produktif

Katanya, kalau mau sukses itu harus kerja keras, setuju ya? Sayangnya banyak dari kita yang ingin sukses malah menganggap kerja keras adalah melakukan banyak hal dengan harapan akan lebih cepat sukses. Tapi biasanya, karena semua pekerjaan kita sikat, agenda pun jadi penuh dengan berbagai macam hal yang menunggu untuk diselesaikan alias malah jadi sibuk.

Apalagi Ditambah, pujian kanan dan kiri saat melihat kita “orang sibuk” itu malah membuat kita jadi bangga dengan diri kita… padahal untuk mencapai sukses dalam apapun itu, kerja keras tentu harus ada hasilnya alias produktif. Nah, pertanyaannya gimana ya caranya biar bisa lebih produktif? Yuk kita simak 3 cara untuk mencapai massive result di podcast kali ini!

Ada persamaan dari semua orang sukses di dunia

kali ini kita akan membahas tips bagaimana caranya mengubah kerja sibuk kita menjadi kerja produktif. Karena kunci keberhasilan ada di dalam produktivitas kita yang kita bangun dari hari ke hari.

Sudah tahu belum ciri orang produktif? Ia adalah seseorang yang mampu mengendalikan waktu dan bukan dikendalikan oleh waktu. Mereka bukan sekedar sibuk tapi mampu menghasilkan alias fokus pada kualitas dan bukan kuantitas.

Mulai dari Warren Buffet, Oprah Winfrey, Tony Robbins, sampai Jeff Bezos adalah para master dalam time management, ini membuat mereka bisa lepas dari isu kuantitas alias sibuk dan mampu beralih ke produktif atau kualitas result-driven.

Mencapai produktivitas masif

Yuk simak 3 perbedaan utama yang membedakan orang-orang sukses tadi dari sisi produktifitasnya..

1. Orang sibuk bekerja keras. Orang produktif kerja keras dan kerja cerdas

Jangan salah lohhhh….Orang yang sibuk itu bukan totally negatif dan bahkan mereka memiliki etos kerja yang bagus, yaitu mereka selalu terlihat sibuk. Kesibukan yang berlarut-larut ini biasanya terjadi karena mereka hanya bekerja terus tanpa secara sadar melihat peluang cara kerja lain yang lebih baik untuk melakukan suatu hal.. Nah ini istilahnya kerja secara cerdas. .

Orang produktif juga awalnya bekerja secara effisien yaitu apa yang harus dikerjakan ya dikerjakan, tapi mereka juga mencari jalan paling efektif untuk menghasilkan outcome yang sama baiknya dengan cara baru.

Teman intropreneur, saat ini juga bisa evaluasi nihh..

a. Apa tugas yang anda kerjakan? Apakah tugas itu penting jika iya maka kerjakan?

b. Bisakah anda mencari cara yang lebih baik untuk mengerjakannya?

c. Bagaimana anda bisa mengimprove pendekatan supaya 10x lebih produktif?

2. Orang sibuk tenggelam pada detail. Orang yang produktif memperhatikan makro dan mikro

Fokus pada detail memang baik, tapi jangan sampai membuat proses secara globalnya menjadi lambat dan tak produktif

Sebagai contoh:

Dalam bisnis online, tidak penting anda memilih template A atau B ketika anda memulai suatu pekerjaan. Pilihlah satu dan langsung kerjakan! Anda bisa melakukan revisi belakangan ketika sudah mendapatkan banyak insight. Sampai anda mencobanya, anda tidak akan tahu apakah orang lain akan menyukai pekerjaan anda atau tidak.

• Sama ketika anda menulis blog artikel; bukan suatu masalah jika anda tidak menulis hal yang hebat. Tulisan anda mungkin tidak bagus ketika pertama kali memulainya, bahkan mungkin sampai saat ini. Tapi jangan jadikan hal tersebut rem anda untuk berhenti menulis dan mengembangkan skill menulis anda.

Tentu saja seperti saya katakan tadi, detail juga sangat penting. Contohnya, pada Steve Jobs yang ingin semuanya perfect. Tapi ada kuncinya yaitu berfokuslah pada detail yang memberi efek pada outcome anda secara significant dan sementara itu, delegasikan pekerjaaan yang lain, lakukan pola 80/20, atau eleminasi.

3. Orang sibuk selalu mengiyakan segala sesuatu, orang produktif selalu memilih dengan sadar

Ada satu kebiasaan orang yang sibuk yang selalu berulang yaitu selalu mudah mengatakan setuju kepada sesuatu. Hasilnya ya sangat jelas, jadwal mereka penuh dan membuat mereka sibuk tapi tidak mengubah apa-apa dalam hidup mereka. Alias kurang fokus!

Orang produktif selalu memilih sebelum mengatakan iya atau tidak, bagaimana pola pikir yang bisa kita tiru orang produktif itu adalah…

• Mereka tahu dengan menjawab “ya” akan mengambil waktu mereka kemudian

• Mereka tahu menjawab “ya” pada sejumlah hal yang salah akan menuntun mereka ke jalan yang salah pula

Menjawab “tidak/no” akan melindungi aset berharga mereka yaitu “waktu”, yang bisa digunakan untuk hal yang penting lainnya.

Seringkali kita mengacaukan produktivitas dalam bisnis justru karena terlalu banyak mengambil hal yang kita kira peluang tapi malah gagal diolah.

Sebagai contoh, dalam sehari anda berniat menyelesaikan banyak tugas 13 hal misalnya….seperti bikin konten, cek akunting, belajar, menulis blog, reply email, dll. Tapi kenyataannya dalam sehari itu anda hanya selesaikan 1 atau bahkan tak bekerja sekalipun dan bukan 13 karena terlalu bingung untuk harus mengerjakan semuanya dan overwhelmed

Kuncinya, jangan pernah bebankan diri anda banyak target yang membuat anda kewalahan sebab semua orang hanya punya 24 jam. Dibanding misalnya anda membebankan 13 tugas dalam sehari kepada diri anda, kenapa tidak pilih hanya 3 saja yang betul-betul jadi prioritas untuk anda selesaikan? Selesaikan 3 hal makro yang jadi prioritas serta fokus.

Kuncinya diawal adalah di menyaring tugas yang penting untuk dilakukan lalu setelah disaring menerapkan prioritas agar anda dapat produktif.

Hati-hati sebab memang menjadi sibuk itu pelarian yang enak karena anda tidak perlu berpikir. Dan dengan mudah men-shut off pikiran anda dan just go through the motion. Tapi dengan itu anda takkan bertumbuh dan membuahkan hasil yang memuaskan. Jadi, apa pilihan anda?

Ok, Sampai di sini dulu episode Igcast Intropreneur kali ini. Kalau teman intropreneur punya saran, kritik, atau pertanyaan apa saja soal dunia digital marketing dan introvert, bisa langsung ke instagram @sekolahpbisnis atau @yosefadjibaskoro. Ok terima kasih yang uda dengerin Igcast Intropreneur hari ini. Kita ketemu lagi di episode mendatang. Yosef pamit, see ya.