Rahasia Lebih Kreatif ala Creative Junkies dari Yoris Sebastian

Setuju ngak sih, kalau bisnis apalagi pebisnis online itu tak hanya harus pandai hitung-hitungan tapi juga harus kreatif? Mungkin yang ada di pikiran teman introprenuer semua kalau digital marketing itu dekat dengan dashboard iklan dan budget yang rela untuk kita keluarkan saat endorse atau beriklan baik di facebook, instagram atau google.

Nah, justru seringkali kita gagal beriklan itu karena terlalu fokus pada metrics-metrics atau tools monitoring yang kelihatannya wow, padahal yang jadi ujung tombak iklan kita itu ya kreativitas dari iklan dalam bentuk gambar ataupun video kan?

Alias, kalau pebisnis digital cacat kreatifitas, sehandal apapun bisa beriklan, ya profit segitu-segitu aja..

Mengambil intisari rahasia kreativitas Yoris Sebastian

Kenapa penting sih kreatif buat pebisnis digital? Gini teman intropreneur, logikanya sebetulnya cukup mudah! Bentuknya bisa bermacam-macam mulai dari visual, teks, audio, sampai video. Tapi kita sama-sama menggunakan media yang sama untuk bisnis kita, yaitu digital. Yang menjadi pembeda adalah bagaimana kreativitas kita dalam menyajikan sesuatu yang relevan dan bermanfaat untuk orang banyak. Sebab ngak hanya materi iklan aja, tapi mulai dari menulis, mendesain, bahkan sampai memikirkan development bisnis itu perlu yang namanya kreativitas.

Nah, saya sendiri seorang penikmat buku yang dituliskan oleh orang yang luar biasa kreatif ini yaitu Yoris sebastian yang menarik untuk dishare intisarinya

Kenapa ada istilah out-of-the-box? ada apa dengan sebuah kotak?

Kalau bicara kreativitas, pastinya Teman intropreneur sering mendengar istilah think out of the box? Quotes itu untuk menggambarkan cara berpikir di luar kebiasaan. Tapi berpikir aja memang ngak cukup jadi kalau Yoris memodifnya sedikit menjadi “think out of the box, execute inside the box” buat saya rasanya akan jadi lebih relevan dan mudah dimengerti.

Karena kekuatan kreativitas justru datang saat ada kotak yang membatasi opsi kita untuk bergerak yang malah menghasilkan kekuatan kreatif.

Keterbatasan menuntut kita melahirkan inovasi agar tujuan dapat tercapai. Jadi buat pebisnis online, jangan pernah kita berkata ngak bisa kreatif karena kita terbatas pada harus pakai software photoshop baru design bisa bagus ataupun harus pakai mic bagus baru bisa podcast atau harus punya studio oke baru bisa buat video youtube. Kalau iya, itu namanya teman intropreneur kurang kreatif.

Cerita Yoris berhasil membuat mall baru di antara 2 mall besar

Sebagai contoh hari ini kita akan belajar dari Yoris Sebastian. Yang karirnya sudah cemerlang di Hard Rock Café, tapi ia memilih keluar dan mendirikan perusahaan konsultan kreatifnya yang diberi nama OMG (Oh My Goodness) karena memang ia telah terkenal mampu memproduksi innovasi dan ide kreatif, jadi ngak asal keluar kerja juga ya..

Satu cerita yang saya sangat suka dari Yoris saat dia sudah mejadi konsultan kreatif, Yoris membuktikan kapasitasnya dalam suatu project saat ia diminta membuat konsep di sebuah mall di daerah Senayan, Jakarta Selatan.

Nah, permasalahan paling besarnya adalah diarea itu sudah ada 2 mall besar lainnya yang berdekatan yang saat itu memang sudah jadi pilihan nongkrong para anak muda.

Dari keterbatasan yang menurut saya cukup menantang itu, ia bisa keluar dengan suatu Ide anti-maintream yaitu menciptakan 12 meeting room, yang dirancang oleh 12 arsitek dan desainer interior yang berbeda. Dan luar biasanya ide yang diajukan Yoris itu pun diapprove, disini saya juga ingat bahwa, kreativitas itu tak hanya masalah bisa kreatif menemukan terobosan tapi juga bagaimana memiliki kreativitas agar ide yang terdengar cukup gila itu pun bisa diapprove. Hasilnya? Tentu saja, Mall ini jadi pilihan para ekskutif muda untuk nongkrong dan ngobrolin bisnis mereka.

Oke, teman intropreneur, disini 3 tips dari Yoris yang sering saya gunakan untuk menambah amunisi kreatif ala Yoris sebastian.

1. Sifat kreatif bisa diciptakan

Bagaimana caranya menciptakan kebiasaan kreatif? Analoginya, seperti menaiki sepeda. Ketika belajar naik sepeda dulu, kita pasti pernah jatuh. Tapi hal itulah yang membuat kita termotivasi untuk terus mencoba. Hingga akhirnya kta akan terbiasa.

Sama dengan naik sepeda, kreativitas itu harus diasah terus menerus. Menurut Yoris, kreatif bukanlah suatu pemberian yang jatuh dari langit ataupun bawaan dari lahir. Tapi sebaliknya, kreativitas itu compounding atau referensinya akan menumpuk seiring kita terus berlatih sehingga dapat diciptakan.

Jika ingin belajar bersepeda, tentu kita harus belajar dari dia yang telah bisa naik sepeda, maka banyak-banyak juga lakukan kegiatan dan berkumpul untuk tukar pikiran bersama orang kreatif lainnya akan sangat mengakselerasi level kreativitas anda.

2. Jangan takut salah

Contoh tak takut salah yang dilakukan oleh Yoris sendiri ada di salah satu buku yang saya sukai yaitu berjudul“Creative Junkies”.

Menariknya, buku itu memang sengaja diberi judul yang salah oleh Yoris. Judul dengan bahasa Inggris yang benar harusnya adalah “Creative Junky”.

Ini tak main-main karena diterbitkan oleh penerbit besar seperti gramedia, tapi Yoris malah sengaja memberi judul yang salah untuk bukunya? Ia pun lagi-lagi berhasil meng-golkan ide tersebut dengan tujuan ingin mendorong orang untuk tidak takut berbuat salah. Karena dengan berbuat salah, orang justru akan banyak belajar. 

Ini berlawanan dengan pendidikan yang diberikan kepada kita mulai kecil hingga dewasa. Sekolah-sekolah mengajarkan kita untuk mengejar nilai, bahkan ujian pun kita hanya bisa memilih satu jawaban benar antara a,b,c, atau d padahal dalam hidup mungkin a dan c bisa benar dan mungkin tak hanya abcd saja tapi kita bisa menemukan jawaban e yang juga benar dan out of the box. Hal-hal itu seringkali justru mematikan kreativitas dan berdampak murid-murid yang akhirnya takut menjadi salah.

Perlu ditambahin juga nih teman intropreneur, bahwa gak takut berbuat salah itu artinya bukan melanggar aturan lho! Nanti bisa-bisa dipenjara kalau melanggar hukum..kreatif itu artinya kita bisa melakukan hal-hal yang tidak normal dan anti-mainstream tapi tidak melanggar aturan atau berkreasi dalam keterbatasan. Contohnya lagi, dulu Yoris pernah membangun hotel di Bali yang dikhusukan untuk meeting yang sekarang sudah banyak penirunya. Hal tersebut bukan sesuatu yang normal, tapi tidak melanggar aturan.

3. Mulai segera

Gak perlu rumit-rumit teman introprenuer jika ingin memulai sesuatu yang kreatif. Kalau terlalu rumit malah nanti gak jadi-jadi!

Sebab kreativitas itu juga perlu proses, jadi mulai aja dulu dari kebiasaan yang kecil.

Contohnya, jika anda memakai jam tangan di sebelah kanan, coba sekali-sekali pakai di tangan kiri. Atau misalnya berangkat ke kantor, coba ambil rute lain yang berbeda. Ini membiasakan diri kita untuk anti-mainstream alias kreatif.

Ga perlu berpikir kreatifitas itu akan berbuah uang atau tidak ya? Laku atau tidak ya? Meskipun keliatannya tak laku, cobalah.. Sebab sense kreativitas anda akan terasah makin tajam dan tak perlu bombastis yang penting praktis

Seperti ada contoh kasus di mana memindahkan lokasi jepretan steples jadi dibawah kanan halaman malah berhasil menjadi pemenang Mandiri Innovation Award. Jika sebelumnya biasanya jepretan steples pada kiri atas, ternyata itu membuat masalah di bank Mandiri karena menyebabkan print teller jadi rusak. Setelah diterapkan steples pada bagian bawah kanan, kerusakan berhasil dikurangi dan Mandiri mampu menghemat jutaan rupiah. Contoh kreativitas simple yang memberikan solusi.