Rekomendasi Passive Income Terbaik di Online dengan Budget Terbatas

Melihat judul di atas sepertinya dulu ini sulit sekali dilakukan. Tapi sekarang dengan memanfaatkan perkembangan dunia digital, banyak kegiatan via online yang bisa mendatangkan passive income untuk Teman Intropreneur. 

Nah apalagi nih, jika Teman Intropreneur sudah bosan dengan janji-janji surga ala MLM, sekarang saatnya kita cari tahu kegiatan passive income online apa yang cocok dengan skill Teman Intropreneur dan cocok jika budget kita yang terbatas!

news

Cukup menggemaskan ya melihat beberapa orang, yang mungkin juga sering Teman Intropreneur lihat di instagram yang mendapatkan uang secara online dengan cara mengajarkan orang lain bagaimana cara menghasilkan uang dengan cara online. Sekilas kelihatannya oke saja, dan memang hal tersebut tidaklah salah, tapi jika ingin melakukan cara itu, pastikan Teman Intropreneur memang sudah expert dalam industri tersebut. Paling tidak seperti saya, walaupun tidak memiliki bisnis beromset fantastis tapi sudah berhasil melakukan lompatan menjadi seorang pebisnis dan memiliki bisnis yang memang berjalan

Artinya apa teman-teman? Di luar sana banyak juga yang menjanjikan passive income tapi sebetulnya meminta anda untuk bekerja secara aktif. Oleh karena itu, yang terpenting dari berbicara passive income pada hari ini adalah membuka pengetahuan dan wawasan teman pebisnis bahwa terdapat begitu banyaknya kegiatan passive income secara online yang dapat kita lakukan dan cukup menjanjikan juga.

Tentunya pertimbangan di awal adalah berapa banyak biaya yang harus kita keluarkan, berapa lama sampai kita bisa mendapatkan hasilnya, dan bagaimana memulainya. Sebab, jika kita bisa melakukan passive income secara benar, mungkin saja uang yang kita hasilkan akan stabil dan kita bisa resign dari kantor dan menikmati waktu lebih banyak dengan keluarga terdekat. 

Bahkan jika tak memiliki orang terdekat, akan menyenangkan bukan jika kita menghasilkan uang tanpa harus berada di suatu tempat tertentu untuk bekerja? Atau istilahnya mendapatkan kebebasan.

Berapa lama sampai kita bisa menghasilkan sesuatu dari passive income itu tergantung jenis kegiatan yang kita pilih. Seni dari melakukan passive income adalah kemampuan untuk menghasilkan uang tanpa harus menukar waktu Anda dengan uang, atau bisa tetap menghasilkan uang meski pekerjaan di awal membangun sudah berakhir.

Karena saya intropreneur dan memang seorang digital business coach maka saya akan membagikan beberapa jenis passive income yang bisa dilakukan secara online. Jangan khawatir jika ada yang tidak sesuai atau menarik bagi Teman Intropreneur dan mungkin juga tidak komplit, sebab ini versi saya dan yang memang bisa memberikan saya efek yang cukup baik. Yang harus Teman Intropereneur lakukan setelah mendengar podcast atau membaca artikel ini adalah tetap fokus dan berdedikasi dengan satu kegiatan yang akan Teman Intropreneur pilih. Atau ketika sudah memulai, Teman Intropreneur bisa memadukan beberapa jenis online passive income ini. Mari kita simak!

Affiliate Marketing

Sebagai pebisnis pemula atau yang ingin memulai membangun passive income online, affiliate marketing atau menjadi affiliate marketer sangat disarankan dan saya juga telah melakukannya. Kegiatan passive income secara online pertama adalah menjadi affiliate marketer sebab dari pebisnis pemula hingga sudah jadi sangat ahli berjualan di online, affiliate marketer dapat memberikan anda uang passif dengan cara menjual produk orang lain. Bagian terbaik dari menjadi affiliate marketer adalah 99% pekerjaan sudah dilakukan orang lain: produk sudah ada, website pun sudah tersedia. Semua sudah disediakan oleh perusahaan yang bertindak sebagai produsen. Yang harus Teman Intropreneur lakukan adalah membuat orang lain atau customers mengklik link yang tercantum dan mengunjungi homepage dari si penjual. Jika si customers membeli, maka Teman Intropreneur akan mendapat komisi. 

Niche Sites

Media passive income selanjutnya adalah Niche sites atau simpelnya adalah website di mana kita membuat beberapa informasi yang membicarakan suatu hal secara terfokus. Misalnya tentang website seputar teknologi panel energi solar, atau website tentang dunia sepakbola, atau website pelatihan untuk tenaga keamanan. 

Di website ini, kita akan berusaha membuatnya menjadi ranking satu dalam pencarian Google dengan memanfaatkan keyword yang sesuai dengan topik bahasan. Niche site bisa digabungkan dengan strategi untuk menjadi affiliate marketer juga lho.

Selain focus keyword, kita juga bisa memanfaatkan long-tail keyword. Long – tail keyword adalah sebuah keyword yang dicari orang dengan topik tertentu dan memiliki beberapa kata tambahan di dalamnya. 

Sebagai contoh, jika kita punya website yang dioptimasi dengan keyword seputar memancing, maka lebih baik kita membeli domain duniapancingkita.com. Kemudian kita bisa menyiapkan blog di dalamnya. Setelah domain duniapancingkita.com te-ranking pada Google, kita bisa mencantumkan affiliate link di sana. Buatlah konten yang berhubungan dengan ikan, atau teknik memancing atau tulislah review untuk berbagai produk pancingan yang ada di marketplace yang berhubungan dengan isi informasi pada situs domain kita. 

Blogging

Selanjutnya adalah blogging atau kegiatan menulis blog yang juga bisa menjadi salah satu cara menghasilkan passive income secara online

Jadi ada dua hal yang yang menjadi perhatian dalam kegiatan blogging:

1. Ketika menulis sebuah blog, kita bisa menambahkan affiliate link di dalamnya. Kita menulis konten yang berhubungan dengan produk yang dijual dalam affiliate link tersebut. Dengan memanfaatkan keyword, banyak orang akan mencari informasi tentang suatu hal tertentu dan menemukan blog Teman Intropreneur kemudian mengklik affiliate link dan membeli produk. Tentu Teman Intropreneur kemudian akan mendapat komisi dari penjualan itu. Tapi benar, bahwa membuat konten terus menerus, meng-update informasi dan sebagainya bukanlah sebuah kegiatan pasif, melainkan aktif.

2. Hal lain yang harus diperhatikan adalah, blog adalah platform untuk meluncurkan beberapa tipe produk passive income yang berbeda-beda. Artinya, agak berbeda dengan teknik affiliate atau niche site yang spesifik. Dalam blogging asal kontennya berkaitan dengan produk affiliate maka anda bebas untuk mempromokannya.

Untuk membantu teman pebisnis memulai blog, saya akan memberikan tips tentang beberapa cara untuk menjual beberapa produk yang bisa menjadi passive income buat kita melalui blog.

1. Pilihlan topik yang sesuai passion dan skill Teman Intropreneur. Buatlah konten yang relevan dan solutif dan posting secara konsisten. 

2. Pilihlah nama domain yang tepat untuk blog Teman Intropreneur. Cobalah jadikan nama keyword dari topik yang Teman Intropreneur pilih untuk menjadi nama blog. Misalnya, Teman Intropreneur menjual serum rambut, pilihlah nama blog misalnya menjualtanpabicara.blogspot. 

Blogging bukanlah suatu hal yang mudah memang dan prosesnya pun membutuhkan waktu yang cukup lama. Jadi, Teman Intropreneur harus bersabar untuk mendapatkan passive income dari blogging.

Rekomendasi selanjutnya yaitu eBook atau produk buku digital.

Sebagai awal, sambil membangun blog anda, cobalah dengan menulis eBook.

Tapi sebelum menulis eBook, cobalah lakukan mind mapping sebagai proses meletakan ide-ide ke atas kertas, menggunakan media-media bubble diagram untuk menunjukan bagaimana ide-ide tersebut akan saling terhubung. Jika belum terbiasa melakukan mind mapping, Teman Intropreneur bisa mencoba tool mind map yang bernama Mindmeister yang saya juga gunakan.

Tipsnya adalah mulai susunlah ide-ide dalam mind mapping berdasarkan tingkatan. Dari situ Teman Intropreneur bisa mengembangkan berbagai ide menjadi outline eBook yang Teman Intropreneur akan tulis: menjadi bab, subbab, dan lain sebagainya. Dengan demikian, Teman Intropreneur akan selalu dapat mengembangkan ide untuk tulisan-tulisan yang akan dihasilkan.

Setelah menyelesaikan outlinenya, kemudian tulislah menyerupai blog atau artikel. Dengan demikian, eBook yang Teman Intropreneur tulis, akan menjadi lebih hidup dan enak dibaca. Membuat outline atau kerangka sangat penting untuk penulis pemula, dengan demikian kita memiliki sebuah guideline untuk menyelesaikan tulisan tanpa takut kehabisan ide. Jangan lupa untuk mengkonversi eBook ke dalam format PDF ya.

Sejujurnya, tidak ada yang bisa kita lakukan 100% untuk menjaga tindakan ilegal tersebut. Memberikan password bagi eBook adalah salah satu cara, tapi hal tersebut sangat mengganggu bagi orang yang nanti berniat akan membeli eBook kita. 

Dengan demikian, tenang saja teman intropreneur, pasti akan ada audience yang mau membeli eBook Teman Intropreneur jika memang dikemas secara solutif dan menarik.

Nah cara berikutnya untuk mendapatkan passive income adalah dengan membuat membership website

Metode ini belum banyak digunakan di Indonesia dengan alasan memang karena effort yang dikeluarkan sangatlah besar untuk merawat dan membuatnya. Apa itu membership website? Membership website adalah sebuah website yang berisi berbagai informasi penting mengenai sebuah topik dan untuk mengaksesnya kita perlu membayar secara berkala. Jadi, ini adalah sebuah website khusus para member yang berbayar. 

Memiliki website membership adalah sebuah model bisnis yang cukup menarik dan bisa jadi passive income juga lho.

Mengapa membership website dibutuhkan? Sebab untuk bisa menguasai skill seperti digital marketing ataupun berbisnis tak hanya diperlukan sekali belajar, tetapi sambil praktik dan menemui kendala di jalan, dengan membership maka ada insight-insight untuk menyelesaikan kesulitan yang ditemui yang dibagikan oleh semua member di dalamnya. Di dalam membership juga diberikan coaching sehingga anda memiliki panduan melangkah dan memudahkan anda untuk mengkonversikan ilmu yang anda pelajari menjadi sebuah eksekusi bagi bisnis anda yang spesifik. Disana juga ada update terbaru seputar topik membership sehingga tak pernah ketinggalan informasi.

Jadi jika ingin memulai membership website, maka anda dapat mulai dengan mengisi konten secara konsisten, Teman Intropreneur bisa mendapatkan subscriber yang mendaftar untuk mendapat akses ke membership website milik Teman Intropreneur.

Tapi jangan sampai lupa dan mengabaikan untuk mengisi konten di dalam website ya. Karena para customers membayar untuk sesuatu yang mereka tunggu secara tidak gratis dan jika sampai telat mengisi konten atau tidak responsif untuk dapat memberikan konsultasi bisa-bisa para customers akan membatalkan langganan di membership website milik kita.

Menjual Software

Nah, jika membership website adalah sebuah bisnis model yang saya sendiri jalankan dan maka menjual software adalah sebuah bisnis model yang saya rekomendasikan.

Salah satu bisnis passive income online menarik lainnya memang adalah menjual software

Sebagai contoh, ada sebuah software bernama Thesis. Thesis adalah framework yang bisa diinstal pada situs wordpress yang sangat mudah untuk dicustomize dan bisa menjadi search engine yang sangat menyenangkan. Atau untuk anda yang bermain instagram, maka ada software auto like, auto comment dan auto follow. Menjual software yang menjadi solusi dan memecahkan masalah bagi banyak orang seperti itu bisa menjadi passive income yang menguntungkan buat anda.

Memang tak mudah membuat sebuah software sebab prosesnya yang cukup kompleks mulai dari menemukan kebutuhan, membuat konsep, mendevelop dan mentesting yang membutuhkan satu atau beberapa programmer hingga akhirnya bisa menjual software itu. 

Tapi sebagai pemilik software, tantangannya adalah mensupport pembeli dan menjawab setiap pertanyaan dari customers, sehingga tidak ada satu pertanyaan pun yang terlewatkan dan tingkat kepuasaan ini sangat berhubungan dengan repeat order software anda serta rekomendasi software ke orang lain. 

Jadi bagaimana jika tidak paham tentang teknologi? Masih bisa berjualan software? Ya tentu saja bisa. Carilah partner yang mengerti masalah teknologi untuk membantu memecahkan berbagai hal yang tidak Teman Intropreneur kuasai. Tapi jangan lupa ya untuk buat surat kontrak supaya kedua belah pihak nanti tidak akan bertikai soal pembagian keuntungan. Karena ini bisnis, ya lebih baik dibicarakan dan disepakati dari awal mengenai pembagian keuntungannya.