Resign demi mengejar passion? Apakah Passion Sama Dengan Hobi?!

Pernah gak anda kepingin resign dari tempat kerja untuk mengejar passion? Apalagi nuansa kantor tempat teman intropreneur kerja sekarang rasanya gak banget! Jadinya dipikir kita akan ada kata-kata seperti ini, mungkin inilah waktu yang tepat untuk mengejar passion saya yang bisa jadi “the next real career”. Tapi masalahnya, apakah anda sudah tahu passion anda? Apa jangan-jangan hal yang selama ini anda anggap passion ternyata cuma sekedar hobi! Terus apakah passion itu sama dengan hobi? Nah….Apa sih sebenarnya passion itu? Yuk kita temukan jawabannya!

Apa sih arti sesungguhnya “live your passion” ?

Di episode kali ini kita akan membahas tentang hal yang pasti familiar dengan anda sebagai pebisnis ataupun karyawan nihh, yaitu passion. Kita sering dengar orang bilang “live your passion”. Tapi apa anda sebenarnya uda tau apa itu passion? Banyak orang akhirnya di luar sana yang menelan mentah-mentah frase live your passion itu kemudian resign dari pekerjaan mereka buat mengejar passion mereka. yang jadi masalah mereka bahkan belum tahu hal apa yang jadi passion mereka, atau apa sih ciri-ciri bahwa anda itu memang memiliki passion atau sebetulnya anda salah menganggap hobi atau kesukaan sebagai sebuah passion! Hati-hati lohh…

Kenapa orang sering menganggap kesukaan atau hobi mereka adalah passion? Simple, karena mereka memang mirip! Karena passion memang bisa berawal dari sebuah hobi.

Hobi sama sekali bukan hal buruk karena memang menyenangkan, dan bahkan memiliki nilai positif. Tapi, jangan sampai anda dibuat bingung dengan mencampur adukan hobi dengan passion. Dan apalagi resign dengan alasan passion padahal cuma hobi!

Perbedaan passion dan hobi dari sisi ilmu linguistik

Sebetulnya, passion dan hobi memilliki sebuah perbedaan yang besar jika kita bahas dari sisi keilmuan linguistiknya. Hobi memiliki manfaat untuk mengisi waktu luang anda secara positif dengan cara merelaksasi diri anda.

Sementara passion bukanlah menyangkut relaksasi sama sekali! Passion ada di dalam anda, baik ketika anda punya waktu luang atau tidak. Passion bisa membuat anda termotivasi dan relax dalam waktu yang bersamaan. Kita mungkin berpikir passion itu adalah sesuatu yang kita cintai, kesukaan kita mempelajari sesuatu yang membuat kita terobsesi, tapi dilihat dari keilmuan lingustik yaitu ilmu ahli bahasa, dalam peralihan lingustik secara history, di bahasa Inggris lama “passion” memiliki arti sama dengan “suffering” atau “menderita”. Nahhh… jadi sangat berbeda kan teman intropreneur, antara suka atau hobi dan menderita atau passion.. Disini kita bisa mulai melihat perbedaan besar antara suka dan menderita.

Jadi perbedaan kunci adalah, menemukan passion anda itu bukanlah tentang menemukan hal yang anda suka atau hobi, melainkan seberapa mau anda berkorban dan menderita bagi passion anda agar tetap berjalan.

Jadi keluar kerja demi passion itu harus ditempatkan pada perspektif yang benar.. Jika saat bekerja saja anda tak bisa mengorbankan waktu yang anda punya untuk membangun passion anda, mungkin yang anda sebut passion itu hanyalah hobi.. Karena Passion atau dalam linguistiknya adalah penderitaan itu tidak runtuh hanya karena anda memiliki pekerjaan disebuah perusahaan.. Sebab pertanyaannya seberapa rela anda menderita menjalankan passion sambil bekerja..

Bahkan passion yang menuntut harga yang mahal kepada kita, dari segi pengorbanan diberbagai aspek kehidupan kita.. Tapi akan secara rela kita bayar pengorbanannya jika memamng itu adalah passion

Jadi taunya gimana taunya kita telah punya passion? Atau apa passion saya?

Passion memang powerful, tapi kenyataannya memang tak mudah untuk disadari. Seperti ikan yang ditanya apakah ia tau apa itu air? Ia menjawab tak tahu.. Padahal secara tak sadar ia selama hidupnya telah hidup didalam air.. Tapi karena saking terbiasanya itu menjadi tak terlihat.

Saya sendiri dulu mengambil kuliah jurusan teknik industri dan hingga s2 di manajemen industri, lalu bekerja di area quality manajemen dan juga training.. tapi yang tidak saya sadari adalah bagaimana selama itu ada benang merah yang sama yaitu saya secara tak sadar dimanapun itu baik skrip saya, tesis saya, pemilihan bidang khusus disaat perkuliahan hingga dunia pekerjaan dan sekarang berwiraswasta selalu tak jauh dari bidang human development atau bagaimana cara untuk membuat seseorang dapat menjadi lebih produktif, effisien dan selalu improve kapasitas dirinya..

bahkan itu juga yang melatarbelakangi saya membuat akun media sekolahpebisnis yaitu untuk memotivasi dan menginspirasi mindset seorang pebisnis untuk mendevelop pebisnis yang memilki self development dan self growth yang baik.. Ini pun juga secara tak sadar membuat saya nyambung saat ngobrol dengan mantan pacar saya yg sekarang jadi istri saya yang adalah lulusan psikologi yang memang mempelajari how human behaviour works dan menjadi nyambung mengobrol dengan saya..

Nah, jadi untuk teman intropreneur, tak mudah untuk menyadari apa passion kita sebab passion hidup bersama dan di dalam kita. Teman intropreneur bisa bertanya apa yang menggerakan jiwa teman intropreneur, yang membuat anda menghabiskan waktu berjam-jam? membuat anda rela mengorbankan uang, waktu, istirahat, dan waktu after office anda serta bahkan liburan anda? Hal apa yang tidak bisa anda hindari? Itulah passion anda!

Ketika anda menemukan passion, anda akan terus melakukannya seberapun harga yang harus dibayar..sebuah pekerjaan di perusahaan tak akan mematikan passion anda..

Lalu, Resign karena passion apakah mungkin? caranya?

Resign adalah masalah uang, dan passion adalah masalah kerelaan untuk menderita…dan buat saya keduanya tak bisa dicampur adukkan.. Artinya jika dengan passion anda belum bisa menghasilkan uang, Bring passion into your work.. Tapi saat passion itu telah bisa menghasilkan uang, maka resign dapat menjadi jalannya.. Jadi bukan berarti jika anda tak resign maka passion anda akan mati, sebab jika itu terjadi, mungkin itu bukan passion tapi hanya hobi.

Kalau ingin resign, pastikan dulu passionya menghasilkan, caranya gimana? Temukan kebutuhan orang dan penuhi itu dengan passion anda. Menemukan kebutuhan ini penting karena menggeser fokus dari diri anda ke luar.. Sebab passion atau hobi adalah diri anda, tapi bisnis adalah soal orang lain..menghasilkan dari passion adalah tentang bermanfaat bagi kebutuhan yang orang miliki dan kita penuhi kebutuhan itu dengan apa passion kita.

Dan bahkan saat passion anda sangat besar, kerelaan anda untuk menderita sangat besar, anda bisa memasukkan passion kedalam pekerjaan.. Jika anda memiliki passion sebagai fotografi, maka pekerjaan anda takkan bisa mematikan passion anda karena anda rela menderita extra sebab passion adalan penderitaan secara rela.. Maka anda rela untuk selalu mendokumentasikan kegiatan ditempat kerja yang membuat passin anda tersalurkan, atau secara reguler sekedar sharing hasil foto anda yang luar biasa seputar pemandangan kantor atau foto rekan kerja..

Misalnya, jika anda punya hobi fotografi, anda sangat menyukai tantangan menghasilkan gambar yang bagus. Tapi seorang yang memiliki passion dalam fotografi, akan terus menghasilkan gambar meskipun di tengah hari yang buruk, bangun lebih pagi setiap harinya, menghadapi klien, membekali diri dengan peralatan yang mahal, menghabiskan berjam-jam untuk editing foto, mengikuti workflow, menghadapi kesukaran bisnis, dan ribuan hal tidak menyenangkan lainnya. Bahkan mengambil kerjaan diweekend sebagai fotografer jika memang anda tak bekerja didunia seni misalnya anda bankir

Jadi, jelas ya? Sekian episode Igcast Intropreneur kali ini! untuk kritik, saran, atau pertanyaan kita bisa langsung bertemu di instagram @sekolahpebisnis dan @yosefadjibaskoro. Terima kasih uda stay tune, teman intropreneur. Kita ketemu lagi di next episode dari Igcast Intropreneur. Yosef sign out.