Spotify. Raja Baru Industri Podcast yang Akuisisi Dua Perusahaan di 2019

Pastinya udah familiar ya dengan terobosan di dunia industri perfilman dengan video yang bisa dilihat kapan dengan pilihan acara sesuai selera kita atau disebut juga video on-demand yang lebih kita kenal dengan YouTube, ternyata audio pun bisa on demand lohh dan kita ga perlu menunggu siaran radio untuk bisa mendengarkan topik atau pengetahuan yang kita inginkan kapanpun dan dimanapun dengan podcast.

Tapi kalau sdh ada visual plus audio di youtube, ngapain podcast yah?

Nah….Kali ini kita akan belajar dari pengalaman salah satu layanan musik terbesar yaitu Spotify yang baru saja melakukan 2 akuisisi perusahaan didunia podcasting dan apakah sebetulnya podcast itu memang berbeda dengan konten youtube.. Yuk kita simak!

hari ini kita bakal membahas seputar big update didunia podcasting yang memang masih cukup baru di Indonesia dan juga didunia walaupun trennya makin hari makin menanjak sebagai media baru audio on demand.

Raja podcast Indonesia menjadi Raja dunia di 2019!

Nah…..kebetulan ada cerita menarik tentang platform podcast favorit orang indonesia nih.

jika di amerika itunes adalah platform terbanyak yg digunakan untuk mendengarkan podcast, di Indonesia Spotify adalah rajanya dan menyusul google podcast.

Disini menariknya Spotify yang berhasil keluar dari keterpurukan di tahun 2019 ini dari 13 tahun mereka tanpa profit… walau efeknya tak langsung, tapi berbagai keberuntungan datang dari akusisi beberapa perusahaan di industri podcast ini. Lalu bagaimana ceritanya?

Kira-kira teman intropreneur podcast itu sudah populer belum sih?

Nahh… saya ingin jawab dengan data dari jumlah usernya aja dehh..

Sebab disini ada sebuah riset dari Nielsen, bahwa saat ini jumlah podcast yang aktif masih atau hanya di bawah satu juta, 660.000 lebih tepatnya. Dan jika dibandingkan dengan platform kreatif lainnya seperti Youtube sangat jauh dimana ada 500juta channel youtube didunia dan ada lebih dari 500juta blog diinternet. Jadi masih sangat kecil sekali ya...

Selintas dilihat, memang sedikit aneh kalau platform yang sering kita gunakan untuk mendengarkan music on demand ini, Spotify ingin serius di bisnis ini, jika dibandingkan dengan potensi user yang sudah masif di YouTube dan blog. 

Potensi media baru yang masih blue ocean!

Tapi, ternyata selain ini memang masih early days of podcasting seperti layaknya YouTube 10 tahun lalu, dimana creator di youtube pun belum banyak dan masih banyak video non-proffesional yang created with home quality, Podcast saat ini masih early days juga dan ini yang ternyata membuat spotify melirik media baru yang trendnya semakin naik ini.

Bahkan tak hanya di luar negeri, tapi di Indonesia, para selebriti dan konten kreator melebarkan sayap ke dunia podcast sebagai media baru mereka.

Sebut saja Podcast Ibu-Ibu Yakult milik akun instagram generasi90an marcelafp, podcast box2boxnya milik pangeran siahaan, atau bahkan effort inspigo untuk menjembatani para inspirator terkenal agar bisa dikonsumsi dalam bentuk podcast. 

Ngak hanya itu aja loh, ada juga host podcast atau podcaster seperti podcast awal minggu adriano qalbi yang bahkan melebarkan sayap dari dunia podcast ke youtube seperti halnya podcast smartpassive income milik pat flyn diamerika.

Pelengkap pola konsumsi media masyarakat urban

Ternyata memang fenomena audio on demand ini bukan kompetitor dari video on demand alias youtube, tapi komplementer nihh..selain memang frictionless karena on demand jadi ga perlu nungguin acara seperti di TV atau radio, tapi podcast ini memang fit to our modern lifestyle yang pastinya saat kita commuting atau berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, cukup sulit untuk bawa netflix, baca buku atau streaming dan bahkan download youtube yang bikin penuh smarphone..

apalagi buat yang lagi naik kendaraan umum ataupun macet berjam-jam nyetir, enaknya ya denger podcast pilihan on demand sesuai selera.. Belum lagi nih…saat mata telah lelah kita gunakan untuk bekerja seharian, rasanya sangat nikmat mengkonsumsi podcast sambil relax tiduran 

Sepertinya Itulah dia….. sebabnya banyak selebritis dan influencer mulai merambah podcast karena telah mengerti bahwa podcast melengkapi pola konsumsi media yang ada dan sekarang pun akses membuat channel podcast serta membuat sebuah podcast itu sudah bukan terbatas hanya bagi . 

Spotify keluar dari bisnis model yang diprediksikan gagal

Ada berita dari majalah Fortune tahun 2018 lalu, menyatakan bahwa dalam 13 tahun ini Spotify tidak pernah mendapatkan profit! Sebuah hal yang seharusnya membuat para investornya kecewa. Masalahnya, uang yang dibayarkan Spotify untuk royalty sangatlah besar.

Bahkan sampai 88% budget mereka hanya untuk membayar royalty untuk lisensi kepada label musik. Ini membuat spotify bisnis model ini dijuluki doomed from the start…

Tapi Setelah 13 tahun akhirnya Spotify mengumumkan profit mereka! Spotify menjadi yang terdepan dalam bisnis podcast. Subscribers berbayar mereka naik dua kali lipat dari angka 96 juta menjadi 207 juta. Sementara Apple Music di angka 50 juta subscribers. Sebuah langkah yang cerdas, dengan beralih menjadi raksasa podcast 

Kabarnya nih teman intropreneur, Spotify habiskan dana hingga 340 juta Dollar US untuk membeli Gimlet dan Anchor. jadi 200 juta untuk membeli Gimlet dan 140 juta untuk mengakuisisi Anchor.

Bukan hanya 2 perusahaan ini saja tapi ada total 16 perusahaan di dunia audio technology yang telah diakusisi mereka loh…

Bahkan CEO spotify Daniel Ek mengakui juga bahwa ketika memulai bisnis ini di tahun 2006 ia ia hanya fokus pada musik saja, hingga membuka mata lebih lebar pada “audio” yang menjadi masa depan Spotify bukanlah hanya musik saja. 

Ini memang membuat platform audio terbesar di dunia ini cukup terlambat untuk memasuki dunia podcast. Podcast sendiri buat temen intropreneur yang belum tahu, itu mulai lahir di sekitar awal tahun 2000an, dan meraih momentumnya pada 2004. Setahun kemudian, Apple mensupport podcast pada  iTunes 4.9.

Harapan ke depan dunia podcast dari para konten kreator

Tentu untuk konten kreator tentunya, karena saat ini Spotify telah all-in untuk full effort di dunia podcasting, dan menguasai end-to-end dari hulu hingga hilir, mereka dapat saja memberikan gebrakan inovasi dalam bentuk yang tak kita duga nantinya..bisa melalui ads, atau bisa pay models untuk kreator…

tapi harapannya dari konten kreator pastinya ingin lebih banyak fitur didunia podcast alias audio on demand seperti di dunia video on demand YouTube dengan fitur rekomendasi konten yang berguna untuk memperkenalkan channel baru pada orang baru dan juga fitur analytic untuk kreator yang sangat dibutuhkan sebenarnya bagi para podcaster tapi belum tersedia.

Nah buat anda para teman intropreneur yang ingin meluaskan influencenya sebagai konten kreator bisa dicoba dari sekarang nih sebelum podcast jadi booming seperti YouTube..