4 Perbedaan signifikan mindset yang membedakan hasil kerja orang kaya dan tak sukses

Mau jadi orang kaya? Pastinya semua orang juga jawab mau kalau ditanya pertanyaan model begini. Pastinya anda mau kan punya banyak uang? Ternyata sebelum bisa memiliki hasil seperti yang diraih oleh mereka yang telah sampai disana, sebelumnya pikiran dan mindset kita sudah juga harus mencerminkan sifat-sifat layaknya orang kaya.

Eitsss, tapi jangan salah yahh.. Bukan sifat buang-buang uangnya atau kapal pesiar dan mobil mewahnya loohhh maksudnya, tapi bagaimana mindset mereka sehingga bisa mencapai kesuksesan. Yuk kita lihat apa saja mindset pembeda yang mempengaruhi hasil agar kita pun bisa menerapkannya..

Apa kabarnya hari ini? Kali ini kita bakal ngomongin tema yang penting banget buat seluruh pebisnis di muka bumi, baik yang digital ataupun konvensional. Selama ini kita masih percaya bahwa untuk bisa jadi orang kaya butuh modal, kerja keras, skill, dan mungkin sedikit bantuan koneksi. Tapi yang sering terlewat, gak jarang peluang untuk jadi orang kaya bisa kita mulai bahkan dari detik ini. Sesuatu yang dekat, bahkan ada di dalam kita. Dan itu disebut mindset. Kalau mindset atau cara berpikir kita sudah seperti orang kaya (meskipun belum jadi kaya) percayalah kita sudah memulai journey kita untuk menjadi pebisnis handal yang kaya. Siap punya mindset ala orang kaya? 

Kenapa sih mindset ini penting? Karena mindset menentukan takdir alias hasil kerja kita loh.. Ada pepatah yang bilang bahwa pikiran kita menentukan perkataan, dan perkataan kita menentukan perbuatan, dan perbuatan kita menjadi sebuah kebiasaan dan kebiasaan kita itulah yang menjadi takdir kita dimasa depan..Jadi itu artinya, untuk mengubah masa depan, wajib diawali dengan merubah mindset kita dulu

Ini sebabnya secara general memang penting untuk selalu berfokus pada menggunakan kekuatan anda dibanding harus memperbaiki kelemahan anda karena itu keunggulan yang membuat anda berbeda dari kompetitor. fokus di bidang yang menjadi keahlian, dan biarkan sisanya dilakukan oleh orang lain.

Tapi jangan salah, ada pengecualiannya juga loh.. Hal itu adalah punya bad mindset. Mindset yang salah ini bukan sekedar kekurangan biasa yang bisa ditolerir dan ditinggalkan untuk berfokus pada kekuatan anda, tapi Mindset yang salah bisa berakibat fatal untuk pencapaian dalam hidup kita.

Salah satu mindset yang salah, yang seringnya dimiliki oleh mereka yang miskin mental adalah scarcity mindset alias mindset keterbatasan. Orang dengan Scarcity mindset ini menganggap kekayaan, kesuksesan dan popularitas bagaikan sebuah kue pie yang terbatas. Artinya Jika ada satu orang mengambil irisan yang lebih besar daripada orang lain, maka yang lainnya akan mendapat lebih sedikit. Itulah scarcity mindset, di mana kue pie itu terbatas jumlahnya.

Tapi orang dengan mentalitas kaya memiliki prinsip mindset berkecukupan atau abudance mindset. Mindset ini percaya bahwa kita dapat membesarkan kue pie itu dan bahkan menemukan kue pie extra dengan cara menciptakan value yang lebih bagi orang lain. Sebab kekayaan, kesuksesan dan popularitas dapat dicetak dengan menciptakan value, itulah kuncinya. Kita bukan berpatokan tentang berebutan pie yang bisa habis, melainkan menciptakan pie baru yang lebih besar atau pie baru dengan menciptakan value.

Gimana menarik yaa mindsetnya.. terkesan hidup jadi lebih optimis dengan mindset berkecukupan itu.. Yuk kita lihat mindset lainnya!

  1. Mindset #1: Orang kaya percaya mereka menentukan arah hidupnya, orang miskin menjadi objek dari kehidupan

Anda percayakah bahwa anda adalah nahkoda dari hidup anda sendiri?

Jika jawabannya iya, anda akan mengambil langkah yang dibutuhkan untuk pergi ke tujuan yang anda mau. Jika anda tak percaya bahwa kita bisa menentukan arah hidup, maka alternatifnya hanyalah menunggu apa yang hidup akan berikan ke kita alias menjadi korban dari situasi yang datang.

Memang, rasanya lebih mudah punya mindset yang percaya bahwa apa yang terjadi pada hidup ini bukanlah salah anda tapi keadaan sekitar anda. Bukan salah anda jika anda belum kaya, jika badan anda overweight, atau belum punya jodoh. Semua adalah hasil daripada nasib buruk atau situasi kurang beruntung yang menimpa anda. Tapi sebetulnya, untuk berubah anda harus mengambil kontrol..sebab hingga anda percaya  bahwa semua adalah hasil dari pilihan yang anda ambil anda takkan merubah hidup dan hanya akan terus play victim dan merasa diri jadi korban terus menerus dari situasi kehidupan.

Semua orang pasti memiliki masalah dalam hidup, tapi jika anda berani mengambil kontrol atas apa yang terjadi dalam hidup anda, maka ketidakberuntungan takkan menghancurkan anda. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah anda harus ambil tanggung jawab dan yakin bahwa anda bisa membuat diri anda menjadi lebih baik lagi sebab anda adalah designer hidup anda

  1. Mindset #2: Orang kaya fokus pada peluang, orang miskin terbatas pada penghalang

Pernah gak kepikiran bahwa ide sistem seperti Gojek pernah terlintas di kepala anda sebelum perusahaan itu launching? Emang ada yang kepikiran ide kayak gojek.. Banyak plus bangett….tapi kok dari dulu ga pernah ada ya? Kalo dulu punya ide kyk gojek, pasti skrng bisanya nyesel atau nyinyir deh jatohnya, kenapa ya saya dulu gak pernah berani megeksekusinya ya? Penjelasannya adalah, karena mindset yang sangat pandai untuk berfokus pada ada penghalang atau obstacle tapi kurang fokus pada mengejar peluang.

Coba deh kita lihat barengan, penghalang untuk Gojek saat pertama kali rilis itu buanyakk banget, beberapa diantaranya yaitu:

  • Pendapat masyarakat. Bagaimana mungkin orang bisa percaya untuk dijemput dan diantar oleh orang asing yang baru pertama kali ketemu
  • Bagaimana bisa bersaing dengan perusahaan taksi konvensional dengan fasilitas yang baik
  • Bagaimana dengan fakta ada banyak orang indonesia yang tidak melek teknologi

Karena tua atau hanya tak terbiasa saja..Belum lagi ditambah masalah lain seperti modal dan referensi model bisnis. Jika hanya berpaku pada masalah, peluang jadi tenggelam dan anda tidak akan pernah bisa melihatnya, meskipun peluang itu ada tepat di depan wajah anda.

  1. Mindset #3: Orang kaya mengagumi orang kaya dan sukses lainnya. Orang miskin membenci orang kaya dan orang sukses

Quote ini menggambarkan dengan jelas perbedaan mindset orang kaya dan orang miskin. Antara abundance mindset vs scarcity mindset. Abudance mindset dengan jelas menyatakan bahwa anda bisa memiliki apapun yang anda mau jika anda membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jika anda ingin sukses, maka apapun yang anda lakukan harus bermanfaat bagi orang banyak dan menolong mereka untuk sukses. Mindset berkecukupan ini bukan seperti sebuah pie yang habis dimakan satu orang lalu yang lain tak dapat, tapi seperti sebuah lilin yang jika terangnya telah diberikan pada satu orang, banyak orang lainnya masih bisa mendapatkan manfaat terang dari lilin itu. 

Tapi jika anda punya scarcity mindset, maka bisa dipastikan anda benci kepada Bill Gates, Oprah Winfrey, atau Mark Zuckerberg yang mengambil potongan pie sangat besar untuk diri mereka sendiri.

Kekaguman pada orang kaya pun datang karena jika anda ingin menjadi penyanyi hebat, anda pastinya kagum dengan mereka yang telah meraihnya.. Atau jika anda ingin menjadi pemain bola hebat, pasti anda kagum dengan mereka yang telah sukses dan belajar darinya.. Sebab tak mungkin anda bisa menjadi apa yang anda benci..

  1. Mindset #4: Orang kaya berkomitmen menjadi kaya. orang miskin hanya mau menjadi kaya

ada satu mindset lagi yang memisahkan antara orang kaya dan orang miskin. Orang kaya selalu berkomitmen untuk menjadi kaya artinya adalah didukung oleh action ke depan baik siap ataupun tidak bekerja dan ambil resiko. Sementara mindset orang miskin yang ingin menjadi kaya, hanya berhenti pada keinginan dan kemauan.

Ini seperti perbedaan mau nikah dan mereka yang betul-betul berkomitmen untuk menikah.. Jika ditanya, semua orang pastinya mayoritas mau menikah, tapi soal berkomitmen dan ambil resiko baik siap ataupun tidak, tak semua mampu melakukannya. Itulah bedanya mau dan komit

Kesimpulan

Jadi yang mana yang anda pilih? Abundance mindset ala orang kaya atau scarcity mindset ala orang miskin? Semua tergantung kepada pilihan anda! Ternyata menjadi orang kaya bukan hanya perkara wujud fisik, melainkan sejak di dalam pikiran. Menjadi kaya bukanlah perkara uang, melainkan seberapa banyak hal positif yang bisa anda berikan untuk kesejahteraan dan kebaikan bersama. Jika hal tersebut telah terpenuhi, maka kekayaan dan ketenaran rasanya hanya masalah waktu saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here