5 Cara untuk membuat Lean Sosial Media Strategy

Seperti media lainnya, Social Media sebagai sebuah platform media juga memiliki tujuan untuk memberikan program atau servis yang dapat memberikan informasi yang mengedukasi, menginspirasi dan memperkaya kosa kata pengetahuan penggunanya.

Terutama saat tahap awal memulai sebuah usaha, sangat besar kemungkinan bahwa masih sangat banyak keterbatasan dari segi funding, ketersediaan karyawan dan juga waktu. Ini sebabnya, tidak memasukkan semua platform sosial media ke dalam to-do-list tim anda dapat sangat dimengerti.

The Guilty of Most Startup!

Kesalahan banyak startup adalah mencoba menjadi sangat sosial dengan membuka akses disemua platform namun kehilangan kualitas perbincangan dan kedalaman materi untuk mengedukasi dan menginspirasi yang akan mereduksi value yang diterima dan persepsi kemampuan startup anda.

Jika situasi ini mirip dengan perusahaan yang anda miliki atau tempat startup dimana anda bekerja, maka mungkin tulisan ini akan membantu anda untuk men-streaming dan men-scale aktivitas operasional social media anda

Ini dia 5 Tipsnya!

1. Ciptakan Rutinitas

Di trend saat ini di Indonesia dimana bermunculan ratusan bahkan ribuan startup baru diluar sana. Ironisnya, mayoritas hanya memposting di social media 4 -5 postingan per minggunya. Padahal, kenyataannya jika anda ingin membangun interaksi dengan followers, mereka memerlukan perhatian setiap hari dan bahkan beberapa kali per harinya di semua platform yang anda inginkan untuk merepresentasikan bisnis anda di dunia maya.

Tanpa ada strategi konten yang jelas yang didukung dengan social listening yang baik takkan ada kedalaman interaksi yang membuahkan pada pertambahan followers loyal, apalagi konversi.

Jika sepertinya kebutuhan akan kehadiran di media sosial ini terlihat terlalu menantang untuk anda saat ini, tipsnya adalah mulai dengan 1 atau 2 platform sosial terlebih dahulu dan bangun kalender sosial media brand anda.

2. Rancang Dorongan Engagement

Kalau anda adalah seorang pebisnis atau pemilik startup, besar kemungkinan aktivitas anda akan bersinggungan dengan teknologi dan dunia media sosial, dan faktanya teman dan relasi anda pun juga sama. Oleh karena itu, silahkan mulai dengan sharing konten miliki perusahaan anda di platform yang anda sendiri gunakan baik itu di LinkedIn, Facebook atau Instagram. Lakukan hal ini secara reguler, dan kehadiran brand anda/brand presence anda akan terbantu secara organik.

Jika anda adalah pemilik bisnisnya, maka jangan lupa juga untuk ingatkan semua yang tergabung didalam perusahaan anda untuk melakukan hal yang sama untuk mendorong secara organik brand awareness dengan menggunakan personal profile. Secara hukum, anda memang tak bisa melakukan pemaksaan, tetapi tak ada salahnya meminta dukungan mereka.

3. Buatlah Konten anda sendiri

Attention is the new currency atau perhatian adalah mata uang. Maka tanpa konsistensi dari sebuah startup untuk mempublish konten yang menarik setiap harinya di platform yang telah ditentukan, tak ada awareness apalagi interaksi yang terbangun dengan brand startup anda.

Temukan banyak hal yang sesuai dengan brand anda untuk disharingkan, ambil banyak gambar dan video baik itu seputar produk anda, kantor anda, bahkan binatang peliharaan yang ada dikantor anda hingga makanan unik yang dimakan karyawan saat waktu break tiba. Gunakan konten – konten menarik tersebut untuk menciptakan visual konten yang tak membosankan untuk diikuti orang.

4. Jangan Ragu menggunakan Konten Kurasi

Apakah anda menggunakan konten dari artikel di website, atau 9gag ataupun infografis yang mengedukasi maupun konten dari pihak ketiga lainnya pada dasarnya tak ada masalah. Kuncinya adalah memastikan atau mengkurasi konten yang anda integrasikan ke dalam feed instagram agar tetap sesuai dengan brand’s message yang anda miliki.

Ini sebabnya tak ada bedanya antara original konten dan konten dari sumber luar. Selama anda memastikan bahwa rasio konten original lebih banyak dari konten luar, penggunaan konten luar/third party ini justru bisa menjadi cara strategis untuk kita belajar mengenai perilaku follower dengan melihat reaksi dan interaksi mereka sehingga lebih memahami komunitas kita.

Digital strategis didalam sebuah tim sosial media pada umumnya belajar dari konten third-party ini untuk melihat jumlah klik, share, komen, dan bahkan hingga akibatnya gaining follower/loss followers dan efek lainnya. Insight ini nantinya akan digunakan untuk membentuk konten original yang lebih tertarget yang sesuai dengan komunitas yang dimiliki.

5. Coba, Lihat efeknya dan Perbaiki

Seperti konsep lean startup yang kental akan melihat value dari sisi customer, iterasi juga terjadi pada lean marketing social media.

Keempat element tadi, fokus memproduksi konten dengan editorial calendar sebagai backbone di platform yang paling banyak digunakan oleh target audience, merancang dorongan engagement mulai dari internal tim, memproduksi konten original yang didukung konten third-party terdengar sangat menakutkan.

Tetapi bagi tim startup kecil yang masih memulai, fokus dulu dari eksekusi yang paling mudah terlebih dahulu yaitu merancang editorial calendar dan melanjutkan hingga ke point-point selanjutnya.

Regards,

Yosef Adji Baskoro

Founder @sekolahpebisnis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here