Siapa sih yang ngak percaya diri saat memulai sebuah bisnis. Ibarat sebuah petualangan baru, maka api semangat masih membara dengan gelora untuk bergerak. Tapi ternyata, tak mudah untuk masuk ke dunia yang baru karena sangat banyak tantangan yang ada yang mampu membuat banyak pebisnis gugur ditahun ke-2.

Salah satunya adalah masalah keuangan yang sering membuat langkah pebisnis pemula terhenti secara terpaksa. Tapi ternyata ada beberapa jalan yang dapat diambil oleh pebisnis untuk membuat makeover ke keuangan yang dimiliki dengan memodifikasi sisi operasional, tapi juga ada hal-hal di kegiatan manajemen harian dari bisnis yang bisa meningkatkan keadaan finansial.

Ini adalah tips yang praktis, dan beberapa action yang anda bisa ambil untuk mengelola keuangan lebih efektif.

1. Jangan Campurkan Pengeluaran Bisnis dan Pribadi

Sangat banyak alasan mengapa seharusnya seorang pebisnis tak mencampurkan rekening bisnis dan pribadi, termasuk karena nantinya akan ada imbasnya ke pajak, pengeluaran personal dan pencatatan keuangan yang amburadul, itu hanyalah sebagian saja.

Terutama saat krisis atau saat income lagi seret, maka seringnya godaan untuk menyelamatkan bisnis dengan uang pribadi sangatlah besar, tapi ini juga membuat kesulitan di kemudian hari.

Jalan terbaik untuk mendapatkan pemisahan yang baik antara dua pengeluaran tersebut adalah untuk memilih budget pribadi dan budget bisnis anda. Selanjutnya, ikuti dan komit terhadap itu dan pisahkan kartu kredit dan pinjaman-pinjaman bisnis secara terpisah.

2. Utamakan Nego dengan Supplier sebelum Deal

Bisnis yang menyibukkan apalagi saat pebisnis masih solopreneur ataupun dengan tim yang terbatas membuat pencarian supplier sangat singkat dan seringnya tak melalui tahap nego yang hingga mendapatkan deal yang sebaik-baiknya karena waktu yang terbatas.

Tapi jangan lupa untuk melihat resiko telat pembayaran dan hal-hal kecil lainnya saat menentukan keputusan. Kadang kala, diberikan 30 hari untuk “nyicil” membayar tempo ke supplier bisa membuat cashflow bisnis anda lebih baik.

3. Bayar Tagihan On Time tiap kali

Seperti keuangan pribadi, sangat penting untuk anda membayarkan tagihan secara strategis dan smart. Kartu kredit dan tagihan yang telat dibayarkan kelihatannya hal yang kecil tetapi secara akumulatif dapat merugikan anda. Sesimpel penalti telat bayar fix cost seperti listrik ataupun air dapat menumpuk dalam waktu lama.

Miliki peringatan bulanan untuk memastikan tak ada yang “lolos” terutama untuk bisnis yang baru dan masih dibawah 5 tahun, dimana margin yang dimiliki masih tipis dan volume pun masih belum besar. Hindari telat pembayaran karena untuk bisnis yang kecil efeknya besar, ini dapat membuat omset jadi plus atau minus!

4. Biasakan untuk Hidup Sederhana

Sederhana ngak berarti anda harus koleksi brosur yang isinya kupon-kupon supaya anda bisa dapat potongan harga ya. Tapi strategi kecil seperti membeli barang-barang second hand yang masih berkualitas seperti peralatan kantor atau furnitur dan berhemat uang dengan go-green dapat akhirnya meringankan anda

5. Luangkan Waktu untuk Belajar Akunting 

Jadi pemilik bisnis UKM tak otomatis membuat anda jadi pakar keuangan, tetapi bahkan di situasi tersebut anda harus membuat banyak keputusan seputar uang untuk bisnis anda. Ini artinya, bahkan jika anda ingin punya staff keuangan atau pembukuan, anda wajib tau hal-hal dasar seputar akunting untuk bisnis.

Semakin anda mengerti keuangan dan cash flow, semakin siap anda untuk situasi yang menuntut seorang pebisnis untuk membuat keputusan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here