Bagaimana Mengelola Seseorang (Karyawan) Yang Sulit Diatur?

Tak semua orang memiliki karakter dan kelakuan yang sama saat merespon sebuah situasi. Bahkan ada beberapa orang yang terbiasa merespon dengan sifat yang defensif. Sikap defensif adalah sebuah sikap bertahan seakan-akan mereka diserang. kata defensif ini sendiri merupakan kata yang biasanya dipakai atau dimaksudkan untuk bertahan saat dalam permainan ada pihak menyerang. Dilansir dari cracked.com, biasasnya sikap defensif ini bisa muncul ketika seseorang terbukti melakukan kesalahan tetapi tidak mau mengakui kesalahan tersebut.

Sebagai seorang pebisnis, Jika bisnis anda makin berkembang, maka sudah hampir dipastikan bahwa anda akan memiliki semakin banyak tim dan karyawan. Artinya dari seorang pebisnis pemula anda harus juga memiliki fungi dan peran manajer yaitu Mengorganisasi tugas, mengkoordinasi, dan mengatur peran setiap karyawan.

Tak melulu berjualan dan marketing, tapi seorang pebisnis juga pada waktunya harus mampu untuk mencapai pemahaman terhadap timnya dan harus mengenali kekuatan masing-masing karyawan Anda dan membangun serta mengembangkan kemampuan mereka. Tetapi, dilain sisi Anda juga perlu untuk mengatasi kelemahan mereka, sehingga mereka bisa mandiri.

Sikap defensif adalah sebuah sikap bertahan. Dalam dunia kerja kata defensif ini sendiri merupakan kata yang biasanya dipakai atau dimaksudkan untuk bertahan. Dilansir dari cracked.com, sikap defensif ini bisa muncul ketika seseorang terbukti melakukan kesalahan tetapi tidak mau mengakui kesalahan tersebut.

Jika Anda seorang manajer, salah satu peran manajer adalah Mengorganisasi tugas, mengkoordinasi, dan mengatur peran setiap karyawan.

Untuk mencapai itu, ya, Anda harus mengenali kekuatan masing-masing karyawan Anda dan membangun mereka. Tetapi, Anda juga perlu untuk mengatasi kelemahan mereka, sehingga mereka bisa mandiri.

3 Langkah Strategi untuk mengelola karyawan defensif:

Memang adalah sebuah tantangan bagi pebisnis yang memiliki karyawan defensif karena mereka selalu tidak mengambil umpan balik yang baik. Seorang expert bernama McLeod menunjukkan teknik untuk memberikan respon pada karyawan defensif dengan menggunakan proses tiga langkah.

1. Mulai dengan feedback positif

Memang anda berencana akan menegur karyawan itu, tapi ada baiknya untuk membuat membuat percakapan mengalir lebih lancar maka terlebih dahulu berikan feedback positif atas apa yang selama ini telah ia lakukan.

Lisa Earle McLeod seorang Pakar HRD, mengatakan “Memulai percakapan dengan pujian bisa membuat orang tidak menjadi defensif dan memungkinkan mereka untuk menjadi pendengar yang lebih baik”

2. Memberikan (ilustrasi) contoh yang seharusnya

Untuk memperjelas ekspektasi anda sebagai seorang pimpinan, Anda bisa membuatkan sebuah ilustrasi ataupun mengambil contoh nyata dari karyawan lain yang menurut persepsi anda memiliki kelakuan baik agar bisa ditiru dan dijadikan referensi.

Misalnya, seorang staf copywriter yang selalu membuat kalimat-kalimat email yang bagus dan menarik untuk para klien. Atau Anda bisa memberi contoh lain seperti, seorang staf yang selalu mengerjakan tugas tepat waktu dan teliti sehingga pekerjaannya selesai dengan baik dan Ia mendapatkan reward dari perusahaan.

3. Akhiri dengan positif

Setelah memulai dengan feeback positif, memberikan contoh yang baik, kemudian kita mengakhiri percakapan dengan pesan positif.

Akhiri dengan berterima kasih kepada seseorang yang defensif akan membuat sebuah mereka menjadi lebih terbuka. Ucapan itu akan membuat dirinya merasa lebih dihargai dan dapat memotivasi mereka jadi lebih baik.

Dalam menghadapi karyawan yang karakternya cukup sulit dan sering defensif kita sebagai seorang pebisnis wajib memiliki strategi yang jelas untuk membantu mereka lebih sportif lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here