Cari Tau Apakah Sebenarnya Anda Introvert?

Penasaran, anda extrovert atau introvert ya? Atau jika anda itu sebetulnya introvert atau shyness ya? Nahhh, Seringkali kita jadi ragu-ragu, berusaha menebak personality kita tak hanya ragu antara extrovert atau introvert tapi juga rancu apakah saya pendiam atau pemalu ya? 


Oleh sebab itu, di episode kali ini kita bakal cari tau apakah anda seorang introvert atau bukan? Mengupas persepsi introvert dan shyness yang ambigu di masyarakat dan bagaimana seorang seorang introvert yang adalah pebisnis dapat meresponnya.

pernah ngak sih kalian bertanya, sebetulnya saya itu introvert atau pemalu sih? Terus kenapa ya kalo introvert itu konotasinya di lingkungan kita selalu sama dengan pemalu atau anti-sosial? Nah kalau saya introvert, mempengaruhi ga sih kalo saya jadi seorang pebisnis? langsung aja kita cari tau bareng-bareng!

#1 Kesalahan Informasi Tentang Inrovert

Karena saya telah memiliki ketertarikan terhadap dunia psikologi, hingga memiliki pasangan yang adalah sarjana psikologi saya jadi mengerti dan mencoba bertanya pada teman kantor saya “Kamu tau ngak kalau saya introvert loh?” Nah di situ teman saya kaget terus dia bilang “Kayaknya kamu bukan introvert deh! Buktinya sekarang kamu bisa ngobrol sama saya!”. Dan akhirnya kita memulai obrolan mengasikkan seputar topik personality bersama-sama.


Nah, Percakapan di atas selain jadi pembuka pembicaraan yang baik dengan orang, tapi buat saya jadi masukan juga bahwa sebetulnya introvert belum terlalu dipahami dengan baik. Hal itu sebetulnya dipengaruhi sama persepsi media dan lingkungan sekitar kita yang bilang kalo introvert itu sifatnya pasti pemalu, jarang mau ngobrol, penyendiri, depresian, ga punya temen, aneh, dll. Inilah kesalahapahaman dan mitos yang selama ini disematkan kepada para pemilik personality introvert. Padahal kemungkinan, Anda adalah introvert juga loh!

#2 Realitasnya adalah, Introvert Tidak Sama Dengan Pemalu

Ga jarang karena disebabkan kurangnya pembahasan mendalam seputar introvert, banyak dari keluarga dan lingkungan anda yang meminta anda untuk merubah personality introvert anda. Tapi tahukah anda, meminta seorang introvert mengubah personality mereka adalah cara yang totally wrong! Karena pada dasarnya hal itu sama dengan meminta pria menjadi wanita, ataupun sebaliknya. Kebayang kan? Yang tepat mungkin bukanlah berubah, tapi lebih kepada apa yang disebut dengan self development. Seperti kita mendevelop diri kita untuk meraih potensi seorang pria ataupun wanita begitu pula dengan introvert dan extrovert, masing-masing memiliki jalur self developmentnya sendiri.

Yang paling penting di sini yang harus anda garis bawahi adalah, introvert itu SANGAT BEDA secara ilmu psikologis dengan sifat pemalu atau shyness yang definisinya adalah kekurangan kemampuan bersosialisasi. Menjadi seorang introvert bukan otomatis berarti anda menjadi seorang pemalu. Jadi tentunya, tidak benar bahwa introvert itu memiliki kekurangan pada sosial skill. Sebab berdasarkan ilmu psikologi, Menjadi introvert tidak ada kaitannya sama sekali dengan skill sosial.

Nah, di sini pentingnya untuk mengerti lebih jelas apa itu introvert. Istilah introvert dan extrovert pertama kali diperkenalkan oleh psikolog dan psikiatris Swiss pada awal 1920an, Carl Gustav Jung. Jung adalah murid dari psikolog terkenal, Sigmund Freud. Kalau anda kuliah psikologi atau punya ketertarikan, pasti sudah tak asing lagi dengan nama ini. Jung tertarik untuk meriset bagaimana perbedaan introvert dan extrovert dalam memahami dunia dan mengkomunikasikan ide atau gagasan mereka.

Tahun 1960an seorang psikolog Jerman pun, Hans Eysenck menyediakan teori berbasis biologi kepada definisi introvert dan extrovert sebagai pelengkap. Menurutnya, introvert & extrovert adalah soal pengaturan energi, introvert secara natural mempunyai tingkat toleransi yang cukup tinggi terhadap stimulasi dari keadaan di sekitar dari suara, lampu, sentuhan, rasa, ataupun penciuman. Itu menjelaskan kenapa introvert mudah terkuras energinya di suasana noisy environment seperti pesta atau acara gathering. Jadi jelaslah bahwa introvert tidak memiliki masalah dengan sosial skill dan berbeda dengan pemalu! Pemalu adalah mereka yang kurang dalam sosial skillnya.

Itulah sebabnya sosial skill bukan menjadi masalah untuk seorang introvert asalkan dia mampu mengatur energinya. Ada banyak kompleksitas yang mendorong bagaimana fungsi psikologi mempengaruhi personality introvert kita (kalau anda mau tahu lebih lengkap, saya referensikan buku Please Undertand Me dari David Keirsey dan Marilyn Bates).

#3  Self Development Introvert Dalam Menjadi Pebisnis Sukses

jadi pengaturan energi itulah kunci yang menjelaskan kenapa terbukti ada introvert yang senang membangun relasi, menghandle urusan penjualan, dan bahkan melakukan pidato tanpa persiapan. Seperti saya yang introvert tapi sangat senang dengan dunia marketing. 

Satu poin yang pasti: menjadi introvert bukanlah label atau membuat anda terjebak pada dunia yang sempit. Ini adalah tentang bagaimana anda memiliki informasi yang bisa membuat anda mengenal diri anda lebih baik, bisa jujur pada diri anda sendiri atau selfaware, dan menciptakan peluang bisnis yang sukses dan stabil.

Jika anda adalah pebisnis, atau karyawan perusahaan yang ingin punya jiwa entrepreneur, tekanan natural akan selalu ada. Sebabuntuk membangun bisnis hingga suksessebagian besar waktu akan dihabis untuk membangun relasi, personal branding, berkolaborasi, melakukan public speaking, dan selling, selling, dan more selling.

Kesimpulan

Jadi untuk anda, mulai jelas ya bagaimana memaksimalkan potensi diri sebagai seorang introvert. Dan jangan langsung percaya juga sumber informasi seputar introvert yang biasanya kurang tepat. Sebab, Anda tidak perlu merubah personality introvert anda agar bisa sukses, karena introvert dan extrovert punya jalan suksesnya masing-masing. Kesimpulan pentingnya adalah bahwa tidak ada kaitannya menjadi introvert dan skill sosial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here