Guide Bagi Team Leader untuk memaksimalkan potensi anggota yang introvert

Apakah anda setiap harinya tergabung didalam sebuah tim atau bahkan anda sendiri diberikan tanggung jawab untuk memimpin sebuah tim? Nah, Tim yang high performing itu memang sebaiknya terdiri dari individu-individu yang bervariasi dan saling melengkapi baik dari background, pengalaman, serta kemampuan. Oleh karena itu, sebagai Team Leader, sudah pasti anda mempunyai anggota tim yang sifat dan karakternya juga berbeda-beda ada yang extrovert dan ada yang introvert juga.

Bahkan faktanya seorang tim leader biasanya hanya memaksimalkan 50% dari kekuatan timnya saja, kok bisa? Karena banyak potensi dari anggota tim yang introvert yang belum dikeluarkan. 

Bahkan memimpin seorang introvert yang bikin kita merasa kurangnya partisipasi mereka dalam tim adalah tantangan para tim leader. Tapi jika mengerti cara menghandle mereka, potensi yang berbeda yang melengkapi anggota tim extrovert bisa anda dapatkan untuk meraih high performing team. Nah, yuk kita lihat caranya memanfaatkan potensi anggota introvert ditim anda.

kita akan membahas hal yang mungkin anda rasakan sebagai seorang team leader, yaitu bagaimana memaksimalkan potensi team member untuk memaksimalkan hasil akhir jika ada anggota tim yang berkarakter introvert. Karena perlu disadari memang, seorang introvert berbeda dengan ekstrovert dan tentunya team leader tidak bisa menyamaratakan semua anggota tim. Berbahayanya, jika salah langkah, malah jadinya akan merugikan tim karena kehilangan potensi dari anggota introvert.

Salah satu fenomena yang terjadi adalah tim leader yang heran kenapa anggota anda yang introvert seolah hanya selalu diam atau tidak pernah mengeluarkan suara ketika diskusi kelompok. 

Tapi udah tau belum apa sih potensi yang cukup berbeda dari anggota tim introvert dibandingkan dengan mereka yang extrovert. berikut alasannya:

  • Termasuk perencana dan pemikir yang dalam
  • Pendengar yang baik 
  • Punya tingkat akurasi yang tinggi (deadline dijamin tidak meleset!)

Bahkan keunggulan utama anggota tim introvert adalah anda hanya akan bicara kepada mereka dua kali. Pertama saat memberikan mereka tugas. Kedua saat mereka menyelesaikan tugas. Karena anda tidak perlu berbicara berulang-ulang kepada mereka cukup tunggu sampai mereka menyelesaikan tugas yang anda berikan sebab mereka senang mengerjakan project secara solo dan berusaha solve problem sendiri sebelum bertanya atau meminta saran pada tim leader. 

Nah masalahnya adalah bagaimana ya? Supaya semua karakter positif itu mampu muncul dan bisa kita gunakan didalam tim yang kita bangun?

Tentunya ini ada pada pundak seorang tim leader yang memang tanggung jawabnya adalah salah satunya untuk membentuk tim yang solid dan mampu mengeluarkan kemampuan terbaik mereka 

Kunci untuk membantu mengeluarkan potensi terbaik introvert adalah dengan memahami mindset mereka. Yuk kita pahami 5 mindset penting untuk memunculkan potensi anggota introvert ditim anda

1.saya butuh waktu untuk berpikir

Pernah gak anda mengajak anggota introvert tim anda untuk diskusi dan menanyakan pendapatnya tapi reaksinya hanya diam? Nah ini salah satu perbedaan mindset psikologi yang bikin miskom antara team leader dan anggota introvert. 

Sebab memang, seorang introvert membutuhkan waktu memproses informasi secara internal sebelum menyampaikan pendapatnya. Jadi jika anda meminta ide seorang introvert secara dadakan itulah yang akan terjadi. Sarannya adalah lebih baik anda memberitahukan sebelumnya jika anda membutuhkan ide darinya sebelum bertemu dia misalnya dua puluh menit sebelum mengajaknya untuk berdiskusi. Nah, diwaktu tersebut seorang introvert memproses informasi dan mengkreasikan ide atau gagasannya. Ini saya yakin akan membuat diskusi anda berakhir pada titik berbeda yang lebih produktif.

2.Mereka menerima ajakan gathering atau party, tapi jarang datang

Jika anda mengundang tim introvert ke gathering setelah kerja, mereka mungkin bilang setuju untuk datang, tapi ternyata tidak muncul.. Nahh ini bukan berarti mereka tidak suka anda, atau tidak nyaman bersama tim secara personal tapi karena battery mereka sudah low dari stimulasi keramaian kerja seharian. 

Di akhir hari, jika teman extrovert senang ngafe afterwork, seorang introvert hanya butuh pulang ke rumah untuk beristirahat agar battery bisa penuh lagi. Faktanya,anggota tim introvert anda ingin bergabung ke pesta dengan anda dan rekan-rekan lainnya, tapi setelah seharian bekerja jangan harap akan ada energi lagi untuk berpesta. Nah disini, perlu pemahaman mindset seorang introvert dan tak memaksa mereka untuk bonding dengan tim di luar jam kerja. 

Sarannya adalah jika ingin mengadakan acara refreshing bagi semua anggota tim, jadwalkan waktu tersendiri di mana semuanya bisa punya waktu untuk terlibat dan bukan after office.

3.Mereka lebih nyaman berkomunikasi dengan teknologi

Selain after party, didalam lingkungan pekerjaan pun sebetulnya tim leader dapat memboosting performa introvert dengan menyesuaikan pola komunikasi. Mungkin banyak dari kita berpikir, akan lebih efisien untuk jalan saj ke meja tim member dan ngobrol dibanding lewat email atau chat wa yang harus repot ngetik. 

Tapi kenyataannya chat adalah media komunikasi favorit seorang introvert karena ia bisa membaca, terlebih dahulu memproses informasi, dan merespon dengan tepat pertanyaan anda. Ini adalah perubahan simpel yang sangat merubah output dari respon mereka karena memang kebiasaan introvert yang thing first, speak later.

Jadi jika anda punya team member yang introvert, jangan salah paham dulu karena sepertinya ia tidak pernah bersuara.

4.Mereka lebih senang menyampaikan pendapatnya belakangan

Masih sehubungan dengan pola komunikasi dikantor, apakah anda pernah melihat dalam sesi brainstorming, seorang introvert akan lebih sering diam dan menyimak dibanding berbicara? Kalau pernah, hal tersebut bukan karena mereka kekurangan ide, tapi mereka butuh waktu untuk memproses informasi secara internal, sebelum disharing secara external. 

Biasanya yang terjadi adalah setelah sesi brainstorming selesai, mungkin dalam waktu setengah sampai satu jam anda sebagai tim leader akan mendapat pesan berisikan follow up dari hasil meeting barusan. 

Ini juga karena saat diskusi di kantor lingkungannya tercampur dengan suara bising telepon berdering, nada notifikasi email, atau suara chit chat antar karyawan yang mungkin adalah hal yang biasa buat seorang extrovert tapi bagi seorang introvert, itu sangat mengganggu konsentrasi karena sensitivitas indra mereka pada stimuli yang menyebabkan menurunkan produktivitas.

Jadi jangan heran jika melihat mereka mungkin menyendiri di sudut ruangan yang sepi dengan laptop. Itu hanya untuk membantu mereka jadi lebih fokus dan mampu berpikir lebih baik dengan mengatur lingkungan kerja yang lebih tenang, atau mungkin sekali-kali mereka meminta kerja secara remote sebab memang kenyataannya kondisi sunyi bisa membuat anggota introvert mampu menaikan level produktivitas dan kreativitas loh. 

Sarannya Jika anda tim leader memimpin meeting, isinya biasanya didominasi mereka yang bersuara vokal yaitu extrovert yang bisa berpendapat on the fly. Tapi jangan lupa beberapa waktu setelah meeting anda bisa meminta pendapat team member yang introvert yang telah berpikir dan merefleksikan meeting tersebut. Dengan demikian tim leader mampu mengumpulkan ide-ide atau feedback yang diperlukan dan bukan hanya mendapat suara lantang ketika meeting.

Kesimpulan

Sebagai seorang leader, ada baiknya anda punya kebiasaan untuk tidak menarik asumsi. Berusaha lebih mengenal team member anda, bagaimana berkomunikasi dengan mereka, bagaimana menstimulasi energi mereka, apa saja yang menyebabkan energi mereka terkuras, dan yang terpenting bagaimana mengakomodasi kebutuhan mereka untuk menghasilkan kinerja tim yang positif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here