Leadership Style : Apa gaya kepemimpinanmu?

Saya yakin pasti semua paham seberapa penting punya memiliki kemampuan leadership. Dalam suatu organisasi baik itu himpunan, perusahaan maupun pemerintah pasti memiliki banyak masalah-masalah yang kerap hadir di organisasi tersebut. Tentunya dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut, dibutuhkan kemampuan leadership yang baik dan kabar baiknya sudah banyak cerita dan penelitian mengenai hal tersebut.

http://intl-dev.com/wp-content/uploads/2015/11/international-development-services-effective-leadership.jpg

Pada dasarnya, setiap orang merupakan pemimpin dan memiliki gaya kepemimpinannya masing-masing bergantung pada kepribadian dasar anda. Tetapi setiap gaya kepemimpinan kadang tidak efektif di kondisi-kondisi tertentu yang berbeda dan pemimpin harus mengetahui kapan harus melakukan pendekatan tertentu. Dengan mempelajari gaya kepemimpinan, kita dapat bekerja dengan efektif dan efisien dalam mencapai tujuan dan kondisi yang diinginkan. Secara umum, ada 3 gaya kepemimpinan yang sering digunakan dalam organisasi yaitu autocratic, democratic, dan delegative (Laissez-fair) leadership. Yuk simak dan pelajari gaya-gaya kepemimpinan di bawah ini :

https://www.kullabs.com/uploads/style.gif
  1. Autocratic Leadership

https://thatlittleliar.files.wordpress.com/2015/01/d18f179.jpg

Autocratic merupakan Bahasa Yunani yang terjemahannya kurang lebih “one who rules by himself.”. Autocratic Leadership merupakan gaya kepemimpinan yang menuntut adanya kepatuhan penuh dari bawahannya tanpa meminta adanya pembangkangan atau keraguan.. Dalam membuat keputusan, gaya kepemimpinan ini tidak melakukan konsultasi kepada bawahan serta tidak menerima masukan. Bawahan diharuskan untuk patuh tanpa diberikan penjelasan. Beberapa tokoh pemimpin besar yang menggunakan kepemimpinan ini adalah Adolf Hitler, Kim Jong Un, Soeharto dan Sadam Husein.

https://therealsasha.files.wordpress.com/2012/02/kim-ong-un-meme-3.jpg

Autocratic Leadership efektif digunakan dalam kondisi :

– Bawahan yang baru dan belum pernah mengikuti pelatihan yang tidak mengetahui tugas apa yang dikerjakan dan cara mengerjakannya.

– Bawahan tidak merespon dengan baik terhadap gaya kepemimpinan lainnya

– Waktu terbatas dalam membuat keputusan

– Pekerjaan yang membutuhkan koordinasi dengan departemen atau organisasi lain

Sedangkan, tidak efektif apabila digunakan dalam kondisi :

– Bawahan menjadi takut, marah, dan tegang

– Bawahan ingin pendapatnya didengar

– Bawahan memiliki moral yang rendah

2. Democratic Leadership

http://setantaconsulting.com/wp-content/uploads/2015/03/Democratic-Leader.jpg

Democratic leadership adalah gaya kepemimpinan yang melibatkan partisipasi bawahan dalam pengambilan keputusan organisasi. Mereka memberi semua informasi kepada bawahan yang berpengaruh terhadap pekerjaan. Democratic leadership sangat memahami kesalahan dan lebih memilih reward dibandingkan dengan punishment. Peneliti menemukan bahwa Democratic leadership merupakan salah satu yang paling efektif dan mempunyai tingkat produktivitas serta moral kelompok yang tinggi. Tokoh yang menggunakan gaya Democratic Leadership adalah John F. Kennedy yang merupakan presiden AS ke-35

http://www.orwelltoday.com/jfkasknotalbum2.jpg

Democratic Leadership efektif digunakan dalam kondisi :

– Pemimpin ingin bawahannya mengetahui informasi yang mempengaruhi pekerjaan mereka

– Pemimpin ingin mengembangkan kemampuan bawahannya.

– Menghadapi masalah besar sehingga butuh banyak masukan.

– Pemimpin ingin membentuk sebuah team yang baik dan mendorong partisipasi anggotanya

Sedangkan, tidak efektif apabila digunakan dalam kondisi :

– Tidak ada waktu untuk mencari masukan dari bawahan

– Masalah dapat dihadapi dengan sangat mudah.

3. Delegative (Laissez-fair) Leadership

https://sites.google.com/site/leadershipstylesinteams/_/rsrc/1472770286507/leadership-style/slide0015_image024.gif?height=184&width=320

Delegative Leadership atau disebut juga Laissez-FaireDelegative Leadership adalah seseorang yang percaya akan kebebasan memilih kepada bawahannya. Membiarkan bawahannya sendiri sehingga mereka dapat melakukan apa yang mereka mau. Tokoh yang memiliki gaya Delegative Leadership adalah George Helbert Walker Bush yang merupakan presiden Amerika Serikat ke-41 dan Adam Smith yang dikenal dengan julukan “Bapak Ekonomi.”

Delegative Leadership efektif digunakan dalam kondisi :

– Bawahan sangat terampil dan berpengalaman

– Bawahan dapat dipercaya

– Bawahan memiliki kebanggaan dalam kepercayaan mereka dan mandiri dalam bekerja.

Sedangkan, tidak efektif apabila digunakan dalam kondisi :

– Bawahan merasa tidak mampu ketika pemimpinnya tidak ada.

– Pemimpin tidak dapat memberikan penilaian yang baik atas kinerja bawahan

– Pemimpin tidak memahami tanggung jawabnya dan berharap bawahan dapat meng-cover.

Lalu pilih gaya yang mana?

https://media.licdn.com/mpr/mpr/AAEAAQAAAAAAAAbBAAAAJGQxY2Q1Y2E1LTU2N2MtNDM4YS04ZjUzLWYxYjUwMjZjYzAzOA.jpg

Setiap gaya kepemimpinan yang sudah dijabarkan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari sisi kontrol, tentunya autocratic lebih unggul. Dari sisi kepuasan kerja anggota grup, tentunya delegative yang lebih unggul. Secara umum kita akan melihat bahwa gaya kepemimpinan democratic dan delegative lebih unggul dan diutamakan karena lebih demokratis. Namun jangan juga terburu-buru menilai gaya kepemimpinan authoritarian tidak layak di pilih. Yang perlu saya tekankan disini adalah teman-teman harus paham mengenai kondisi organisasi kita dan dari kondisi tersebut kita beradaptasi dan memilih gaya kepemimpinan mana yang bisa kita gunakan.

Sumber :

http://www.slideshare.net/armovil/effective-leadership?from_action=save

http://magnaqm.com/project-management-articles/leadership-style-yang-mana-gaya-kepemimpinan-anda/

http://pancagarden.blogspot.co.id/2011/03/3-style-of-leadership.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here