Marketing Tips untuk Mendapatkan Perhatian Generasi-Z

Walaupun platform instagram digunakan oleh berbagai macam orang dari segala demografi umur, namun perlu diketahui, tetap saja kalangan muda atau yang sering kita sebut dengan Generasi-Z adalah mereka dengan jumlah pengguna yang terbanyak di instagram.

Fakta ini dibuktikan dari data indonesia digital landscape yang menunjukkan bahwa jumlah pengguna yang berumur 18-24 atau Generasi-Z mendominasi paling tinggi dengan diposisi kedua adalah mereka yang kita kenal sebagai generasi Millenial

Pertanyaannya adalah, apakah content marketing anda di instagram telah berhasil menarik attention para pengguna Generasi Z sebagai pasar yang mendominasi tersebut?

Kemungkinan sangat besar bahwa, cara yang lama untuk menarik perhatian baby boomers bahkan millenials pun akan tidak akan bekerja pada Generasi Z, karena setiap generasi memiliki karakter yang berbeda-beda.

Jadi siapakah Generasi Z?

Generasi Z adalah mereka yang lahir setelah tahun 1998 atau yang juga disebut “post-millennials.”

Dibandingkan dengan generasi yang lainnya, mereka sangat berbeda karena mereka menggunakan teknologi dengan cara yang berbeda dan memiliki passion yang juga cukup luas dan bervariasi.

Bagaimana Pola Perilaku Generasi Z?

Salah satu yang membedakan Generasi Z dengan lainnya adalah cara mereka menggunakan sosial media. Mereka berinteraksi dengan sebuah platform sosial media dalam waktu yang sangat singkat jika dibandingkan dengan generasi lainnya.

Sebab generasi ini terlahir dalam keadaan dimana teknologi adalah bagian dari jati diri mereka dan oleh karena itu, teknik marketing di Instagram yang untuk memancing interaksi para Generasi Millenials tak lagi cukup efektif untuk mencapai pengguna Instagram dengan Generasi Z ini.

Selain cara mereka menggunakan teknologi dan sosial media, persepsi terhadap tanggung jawab sosial dan aspirasi untuk membuat perubahan pada sekitarnya pun memiliki karakter yang sangat berbeda dengan generasi lainnya. Contoh nyatanya adalah dalam pekerjaan mereka tak ragu-ragu berganti pekerjaan atau komunitas tempat mereka berada jika merasa ada yang tak nyaman. Ini disebabkan karena mereka terlahir dengan terkoneksi dengan teknologi dan internet yang dapat memberikan mereka pilihan berbagai komunitas untuk mereka berkreasi.

Oleh karena itu, sebagai pemilik sebuah brand di Instagram, perlu diketahui juga bahwa Generasi Z ini sangat mudah tanpa berpikir panjang, untuk beralih dari satu brand/instagram akun ke brand lainnya jika mereka merasa brand tersebut sudah tak sesuai dengan nilai-nilai yang dianutnya.

Lalu, bagaimana cara menarik perhatian Generasi Z agar mereka menjadi Follower setia brand atau akun Instagram anda?

Untuk membuat Generasi Z menjadi follower setia akun instagram atau brand anda, kuncinya adalah selalu membuat mereka berinteraksi dengan konten-konten yang ada di instagram anda. Alasannya adalah pola konsumsi konten dengan waktu yang singkat dan cepat dapat dengan mudah membuat postingan anda terlewat.

Dengan adanya konten-konten yang menarik interaksi, mereka dapat mengingat interaksi itu hingga terbangun relasi dengan anda, dan makin banyak konten yang memancing interaksi, makin besar nilai relasi anda dengan mereka.

Bagaimana perjalanan Gen Z dalam decision making pembelian di Instagram?

Dalam hal pembelian di Instagram atau media sosial lainnya, Gen Z sangat melihat value/nilai dari brand tersebut sebelum mereka memutuskan untuk melakukan pembelian. Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa Gen Z ini akan melihat brand value anda dari apa yang terpancar lewat setiap postingan dan interaksi distory/live anda untuk menilai apakah brand tersebut memiliki value yang align dengan value mereka sebelum pada akhirnya memutuskan untuk membeli.

Mereka tak hanya melihat kualitas barang saja, namun jika mereka menemukan bahwa brand voice dari CEO atau Founder dari brand itu yang mengatakan secara verbal bahwa mereka memiliki value sesuatu tetapi tidak sejalan dengan apa yang disharingkan di instagram, maka mereka tak ragu untuk memberikan uangnya ke brand lain yang lebih dirasa memiliki integritas.

Lalu, bagaimana konten marketing yang baik untuk Generasi Z?

Mengetahui bahwa mereka yang termasuk dalam Generasi Z walaupun lebih banyak menggunakan sosial media dalam waktu yang lebih lama per harinya dari generasi-generasi sebelumnya, namun mengkonsumsi informasi dengan sangat singkat dan terpotong-potong maka strategi konten marketing harus disesuaikan dengan pola browsing mereka.

Pesan didalam konten marketing yang mengarahkan pada Generasi Z harus berupa informasi yang fokus dan mudah dibagikan adalah tipe konten yang menarik bagi mereka. Kemungkinan besar dalam detik awal melihat sebuah konten, jika mereka tak bisa langsung mendapatkan apa yang mereka cari, konten anda akan langsung dilewati.

Jika memungkinkan, libatkan Gen Z ke dalam tim anda untuk berkolaborasi membuat konten instagram anda.

Saat anda memiliki tim Gen Z didalam tim yang mengerti bagaimana persepsi Gen Z, anda dapat lebih akurat untuk membuat pesan dari konten anda tersampaikan dan memiliki kemungkinan lebih besar untuk menyapa target audience Gen Z anda untuk mengkonversinya jadi loyal followers.

Less Marketing is actually a thing! Lebih sedikit marketing, makin banyak follower..

Generasi Z menempatkan value yang tinggi pada koneksi dan relationship dengan sebuah brand yang berbicara dari hati. Oleh karena itu kurangi atau bahkan eleminasi buzzwords atau kata-kata marketing dan lebih kedepankan otentisitas baik itu dalam bentuk video, foto maupun tulisan.

Berbicara dengan mereka dengan format perbincangan yang menyenangkan dan menghindari bahasa klise marketing.

Gunakan sebanyak mungkin video, karena untuk Generasi Z dengan pola browsing yang cepat, video menjadi sangat populer dan viral. Bahkan Power Reviews’ Centennial Shopper Study, sebuah riset mengenai psikologi Gen Z memberikan julukan Generasi Z sebagai Mobile Native Generation atau Generasi yang terlahir dengan smartphone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here