Nggak Jago Bikin Konten? Terus Harus Gimana?!!

Pernah dengar istilah “content is king?” atau konten adalah raja, itu menunjukan betapa pentingnya konten bagi penjualan anda saat ini. Dalam dunia digital marketing yang semakin hari semakin kompetitif, salah satu elemen paling vital untuk bisnis anda adalah konten.Karena melalui konten yang relevan dan bernilai anda mulai berkomunikasi untuk menggiring mereka membeli.

Tapi masalahnya, bagaimana kalau saya ga bisa buat konten? Nah, ternyata ada beberapa jenis konten dan beberapa cara produksi konten yang tak perlu memakan waktu dan merepotkan disesuaikan dengan kemampuan anda saat ini.

Jika anda memasarkan produk atau jasanya lewat media online! Secara Konten itu penting banget buat kelangsungan bisnis kita di internet. Tapi mungkin aja di antara kita semua ada yang belum terbiasa atau susah banget buat bikin konten. Terus harus gimana? Tenang aja! sekarang mari kita barengan cari tahu solusinya berikut!

Semakin kompetitif persaingan digital marketing, Konten marketing adalah jantung dari kesukesan yang membedakan brand anda dengan yang lainnya. Sebab konten yang baik dan relevan dapat lebih menarik karena mengerti situasi para audiencenya. Keuntungan membuat konten antara lain adalah untuk building trust, menginfluence conversation, mengurangi ads marketing, serta menunjukan authority atau keahlian anda dalam suatu bidang tertentu.

Pernah ga teman pebisnis ngerasain kalau konten yang bagus itu susah dibuat? Mau ga mau, pada akhirnya harus belajar juga buat konten. Tapi sebetulnya konten yang designnya bagus, tak  berarti relevan dan disukai oleh audience anda. Oleh karena itu penting menguasai pembuatan konten yang relevan.

Dalam membuat konten kita ngak harus membuat sendiri semua juga atau content creation Tapi sekarang ada lho yang disebut content curation!

Content curation adalah suatu proses mengumpulkan berbagai informasi tentunya yang sesuai dan merepresentasikan suara brand anda lalu mensharingkannya. Sumbernya bisa berasal seperti blog, sosial media post, ebook, dll dengan topik yang relevan untuk dibagikan kepada followers anda. Ini berbeda dengan content ceration di mana anda membuat konten sendiri dan membuat marketingnya kepada followers atau subscriber anda.

Merasa bahwa hanya anda yang punya masalah dalam bikin konten? Faktanya berdasarkan survey, hanya 5% saja yang mengatakan bahwa mereka tidak pernah menshare konten dari pihak ketiga. ini bukti nyata, bahwa bukan hal yang mudah untuk membuat daily konten yang baik untuk dibagikan kepada followers kita. 

Memang masih ada stigma bahwa menggunakan content curation bisa membuat brand kehilangan customernya atau berpendapat content curation sama dengan pencurian. Tapi jangan salah, menurut riset ternyata banyak juga audience yang tidak suka kepada brand yang terlalu self promotion dalam content creation mereka yang malah diangap sombong dan tak peduli pada follower. Brand harus mencari cara untuk meningkatkan conversation dengan membagikan sesuatu yang relevan, tapi yang tidak terlalu spesifik dengan produk atau jasa yang mereka tawarkan. Yuk kita lihat efek positif bagi toko atau brand anda dalam menggunakan konten curation.

Berikut adalah efek positif dari content curation:

  • Efektif dalam membangun relationship
  • Menghemat waktu
  • Memperluas pengetahuan

Jika anda ingin membuat content curation, bisa mulai mencoba denga 5 tipe berikut:

  1. Aggregation; Kumpulkan dalam satu tempat konten yang berhubungan dengan topik yang relevan. Ini adalah basic dari content curation
  2. Distillation; Tangkap semua “noise” tentang suatu topik dan jadikan konsep inti
  3. Elevation; Mengumpulkan draft konten yang bersumber dari general insight atau tren terkini
  4. Mashups; gabungkan beberapa konten tentang suatu topik dan jadikan satu konten baru yang original
  5. Chronology; mengkurasi konten berdasarkan timeline. Berguna untuk mengumpulkan informasi yang menunjukan evolusi suatu topik.

Tapi jangan sampai lupa untuk menciptakan konten yang original juga ya! Karena menurut Curata, bisnis yang baik menggunakan tehnik campuran 65% content creation dan 25% content curation. Di awal post, content curation boleh lebih besar. Tapi seiring waktu, usahakan konten original lebih besar dari content curation.

Jadi sembari membangun suatu bisnis, kita bisa menggunakan dulu content curation sambil pelan-pelan belajar membuat konten original. Tapi yang jelas, kita harus mengutamakan konten agar relevan dengan solusi yang diinginkan oleh followers dan stand out dari kompetisi kita. 

Yuk jangan ragu mulai belajar buat konten karena faktanya bisa dimulai dengan menggunakan content curation dulu! Let start now! 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here