Realitas dunia freelance yang perlu anda ketahui

Di era 4.0 ini, dunia digital membuka peluang baru dalam pemilihan karir yang salah satunya telah kita bahas di episode sebelumnya yaitu freelance. Banyak orang yang tertarik ingin masuk dunia freelance karena memang benefit dan keuntungannya menarik banget dan berbeda dengan yang mereka jalani ketika bekerja di perusahaan konvensional; apalagi hasil dari pembicaraan kita bahwa introvert itu memang made for freelance, pastinya teman intropreneur makin tertarik lagi..

Tapi jangan salah lohh! Dunia freelance juga punya segudang realitas yang tidak indah juga dan hampir pasti ditemui ketika sudah menjalaninya. Sebelum keburu resign dan kecewa karena tak tahu apa saja kekurangan dari seorang freelancer, simak dulu infonya di podcast ini… Let’s go!!

kita akan membahas apa saja sisi lain dunia freelance merugikan dan tidak bisa anda hindari ketika sudah memasukinya. Ini jadi pembahasan yang sangat penting jika anda mempertimbangkan untuk memilih dunia freelance menjadi pilihan karir selanjutnya nihhh. 

ngak ada yang salah kok dengan bekerja di sebuah perusahaan, begitupun sebaliknya tidak ada yang salah jika anda memilih keluar dan bekerja sebagai freelancer demi kebebasan dan otonomi yang lebih. Sebab ini masalah preferensi dan terutama karir seperti apa yang ingin anda jalani yang menunjang kekuatan personality yang anda miliki. 
Oke, jadi disini walaupun anda yang introvert secara personality sangat baik untuk menjadi seorang freelancer, tapi wajib mengetahui juga apa saja realitas dan resiko yang akan anda hadapi ketika menjadi seorang freelancer.

  1. It won’t be easier than a corporate job

Nah ini mindset yang salah yang justru membuat mereka yang baru masuk ke dunia freelance hanya beberapa bulan saja langsung tumbang alias menyerah

Banyak yg berpikir freelance itu lebih mudah daripada kerja kantoran karena bisa mengatur sendiri jam kerja dan tidak ada atasan atau rekan kerja. Tapi kebanyakan freelancer pemula tak punya banyak pilihan. Sebab Freelancer pemula harus mengambil apa saja pekerjaan yang bisa dikerjakan, karena dari situlah mereka akan mendapatkan penghasilan dan membangun kredibilitasnya. Ditambah tentunya, tanpa ada atasan atau rekan kerja, artinya seorang freelancer akan benar-benar sendirian dalam mengerjakan suatu project dan diuji kualitasnya.

  1. Tidak ada orang yang akan membayar pajak dan asuransi anda

Menjadi freelancer memang memiliki otonomi sendiri tapi itu artinya juga anda akan menanggung sendiri pajak dan asuransi anda. Yessss….sebab Klien tidak akan menanggung pajak dan asuransi, berbeda ketika anda bekerja untuk korporat. Solusinya adalah buat pricing list yang mengikutsertakan berbagai cost untuk pajak dan asuransi anda. Saran saya bahkan, ketika sudah menjadi freelancer professional, hire seseorang yang mengerti pajak dan asuransi untuk mengurusnya buat anda.

  1. Ketagihan internet dan scrolling di sosmed?

Kedengarannya seperti bercanda? Tapi ini kenyataan yang pahit! Bekerja freelance membuat waktu anda fleksibel memang dan justru berpotensi membuat anda menjadi boros dan konsumtif untuk mengeksplorasi lifestyle dan kepo di internet atau sosmed dan youtube.

Bahkan saran saya, jika tak kuat untuk mengecek sosial media tiap 10 menit atau anda adalah internet addict, lebih baik jangan berkarir sebagai freelancer. Banung habit atau kebiasaan dan disiplin yang menunjang selesainya pekerjaan klien anda sangatlah penting.

  1. Tanggung jawab adalah prioritas

suka menyalahkan orang lain, dan tidak menerima feedback membangun dari orang lain adalah beberapa sikap yang harus dibuang jauh-jauh ketika masuk ke dunia freelance atau klien anda akan lari semua dari anda. 

Dibalik skill anda, sifat profesional dan tanggung jawab adalah apa yang dibayarkan dan dipercayakan klien ke anda.

  1. Merasa harus digaji walau tak bekerja

Sebagai pekerja korporat anda dibayar untuk masuk selama hari kerja diluar dari kuantitas dan kualitas pekerjaan anda. Jadi, ketika anda bekerja baik atau kurang baik, anda tetap akan digaji. Dan ada saatnya memang dikantor ada hari-hari yang memang tak menuntut anda untuk bekerja karena sedang tak ada kerjaan dari bos.

Nah, hal tersebut jauh sekali dan tidak akan terjadi di dunia freelance. Jika anda mau dibayar 100 ribu per jam, makam anda harus memberikan value anda senilai 100 ribu kepada klien per harinya dan mencari klien sesuai target harian anda. Jadi, artinya tak ada curi waktu untuk relax, jalan pintas atau shortcut disana. Ini menyebabkan shock terapi yg cukup fatal bagi freelancer pemula, bahwa pekerjaan low quality lebih tak bisa ditolerir dan bahkan membuat klien pergi dan tak kembali.

  1. Harus belajar hal baru

Sangat banyak kesempatan freelance, baik itu penulis, fotografer, atau videographer, atau social media manager.. Tapi pastinya belajar hal baru di dunia freelance itu suatu keharusan. Sebab, freelancer memang dibayar karena skill yang bisa diberikan, ini sebabnya jika anda ingin dibayar secara layak dan bertahan lama dalam dunia freelance, luangkan waktu untuk belajar hal baru.

Apa yang bisa anda lakukan untuk menambah hal skill baru? Membaca at least 100 halaman tentang subjek yang anda geluti untuk mengeksplor skill anda, atau menonton video edukasi di youtube bahkan podcast, atau sisihkan waktu beberapa menit dalam sehari melihat hasil karya orang yang sudah master di bidang anda, dan jangan lupa konsisten meminta feedback dan saran dari klien tentang pekerjaan anda.


Kesimpulan 

Buat sebagian orang, apalagi anda yang introvert freelance adalah sebuah impian. Buat sebagian lain mungkin kata lain dari penjara bahkan untuk anda yang tidak cocok dengan kriteria diatas yg telah kita bahas. Jadi jika anda tidak cocok dengan nuansa kerja freelance, tidak perlu malu untuk jika harus bekerja di perusahaan. Sebab kitapun bisa sukses dimana saja.

Tak ada dunia pekerjaan yang 100% menyenangkan, begitu juga dunia freelance. Jadi jika anda mampu untuk mempelajari hal baru, berkembang terus menerus, dan memiliki business plan yang jelas. Barulah mungkin dunia freelance adalah pilihan karir yang tepat bagi anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here