Apakah Endorse Masih Efektif Selama Pandemi? Dan Apa Peluangnya!

Apakah Endorse Masih Efektif Selama Pandemi? Dan Apa Peluangnya!

Pernah dengar ya? Istilah kalau Manusia adalah makhluk sosial?

Secara psikologis semua orang membutuhkan interaksi dengan orang lain. Kalaupun nggak bisa melakukannya dengan bertemu secara langsung, seperti di pandemi ini, akhirnya sosial media jadi tempatnya.

Memang terbukti sejak WFH (work from home) ada kenaikan waktu orang bermain sosmed. Bahkan riset dari kantar ke 25ribu konsumen di 30 market di seluruh dunia pada saat covid juga mengkonfirmasi ini.

Waktu browsing meningkat 70% lebih dari kenaikan nonton TV dengan kenaikan 63% dan interaksi sosial media naik 61% dibandingkan keadaan normal sebelumnya. Instagram sendiri mengeluarkan report kenaikan 40% interaksi antar user-usernya setelah pandemi dan termasuk 80% influencer mengalami kenaikan interaksi.

Makin ramainya orang – orang bermain sosmed, efek sampingnya interaksi dengan influencer di sosmed pun ikutan naik. Ternyata disisi lain perusahaan & brand nasional serta internasional mengalami kendala untuk melakukan marketing karena nggak bisa melakukan aktivitas photoshoot professional menggunakan studio atau bahkan produksi video iklan yang melibatkan banyak kru perfilman. 

Akhirnya kita melihat banyak fenomena influencer ramai endorse walau dengan ratecard tinggi di pandemi hingga kolaborasi IGLIVE antara brand besar dengan influencer.

Survey dari influencermarketinghub, 59% bisnis punya budget terpisah untuk sosial media dan 75% dari budget tersebut diarahkan ke endorsement di 2021.

Nggak heran beberapa waktu setelah pandemi banyak orang yang ingin jadi creator dan influencer sebagai side hustle mereka atau pendapatan tambahan saat lagi WFH.

Apalagi banyak juga pebisnis offline yang baru pertama kali menggunakan digital marketing tapi banyak yang coba langsung ads gaya billboard atau brosur dengan konten produk aja di online yang memang nggak berhasil dan akhirnya sadar bahwa menggunakan endorse influencer bukan sekedar supaya dapat menjangkau orang baru saja seperti ads, tapi juga menggunakan trust yang telah dibangun antara influencer dan audience mereka yang hasilnya justru membuat campaign anda lebih optimal karena dilengkapi konten yang otentik dan kreatif sesuai personality influencer itu.

Sekarang user atau pelanggan di online itu sudah kritis dan smart, sangat sensitif mencium bau-bau kalau dirinya ingin “dijualin” oleh brand. Tapi endorse lewat influencer memang jadi punya kesempatan untuk powerful storytelling buat bisnis anda.

Itulah bedanya pebisnis/marketer dengan Influencer/content creator, pebisnis menemukan creator yang tepat dan fokus pada distribusi & amplifikasi konten untuk lebih luas lagi dan dengan frekuensi yang lebih tinggi dikomunikasikan ke target audiencenya.

Istilah kerennya pebisnis adalah trust courier, atau mengambil trust dari influencer dan diantarkan sebagai kurir ke market yang lebih luas yang akhirnya Influencer marketing bisa memposisikan brand kita jadi peduli dan mau sosialisasi serta otentik, bukan bisnis yang melemparkan produk dari atas bukit tinggi tak terjamah.

Tunjukkan ke market anda lewat endorse, bahwa dari banyak brand yang mirip, punya produk/jasa seperti anda, bisnis anda berbeda karena membangun koneksi, empati dan trust.

Founder SekolahPebisnis, Business Owner & Certified Int.Digital Sales Coach

Membantu anda merintis & mengembangkan bisnis.

Expert Digital Marketing Bisnis Offline membantu berbagai bisnis dengan lokasi offline untuk menjalankan marketing online dan mendapatkan tambahan pelanggan dan kenaikan omset dari digital marketing.

#BisnisOfflineScaleUpOnline | Start Your Success Journey Today!

Leave A Reply

Your email address will not be published.